Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Bidik Manfaat Ekonomi AI hingga US$400 Miliar
Kredit Foto: Komdigi
Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO memiliki sejumlah keuntungan. Ia memperkirakan pemanfaatan AI dapat memberikan kontribusi hingga US$400 miliar bagi perekonomian Indonesia pada 2030.
"Jadi, kalau kita ketahui bahwa AI ini mempunyai potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia business as usual di tahun 2030 sampai 400 miliar dolar, " kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2026).
Selain itu, implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN diproyeksikan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi digital regional hingga mencapai US$2 triliun, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital lintas negara.
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya agar Indonesia berperan aktif dalam membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, beretika, dan tidak didominasi oleh pihak tertentu.
Baca Juga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Airlangga: Pemerintah Siapkan Roadmap AI
Baca Juga: Indonesia Ajak Lebih Banyak Negara Gabung WAICO, Pendaftaran Dibuka hingga Akhir Juli
"Indonesia bergabung dalam WAICO ini adalah juga arahan Bapak Presiden," imbuh dia.
Hingga saat ini, terdapat 29 negara telah menandatangani pembentukan organisasi internasional yang berfokus pada kerja sama dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) tersebut.
Dari kawasan ASEAN terdapat lima negara yang menjadi pendiri WAICO, yakni Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.
"Indonesia tidak sendirian. Tadi sudah disampaikan Pak Wamen Komdigi, pendirian ini ditandatangani oleh 29 negara. Dari ASEAN ada Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia," ujar Airlangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra