Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO

        BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat empat perusahaan atau calon emiten yang sedang menjalani proses menuju pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 17 Juli 2026.

        Jumlah tersebut melengkapi tujuh perusahaan yang telah resmi melantai di BEI sejak awal tahun. Dari seluruh aksi IPO tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun.

        Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menjelaskan bahwa komposisi antrean IPO saat ini terdiri atas dua perusahaan berskala besar dengan total aset di atas Rp250 miliar, serta dua perusahaan berskala kecil yang memiliki aset di bawah Rp50 miliar.

        "Empat perusahaan tersebut saat ini masih dalam proses menuju pencatatan saham di BEI," ujar Saidu dalam keterangannya, seperti diberitakan Sabtu (18/7/2026).

        Dilihat dari sektor usahanya, industri kesehatan (healthcare) menjadi sektor yang paling mendominasi pipeline IPO. Sebanyak dua perusahaan, atau 50 persen dari total calon emiten yang sedang berproses, berasal dari sektor tersebut.

        "Sementara itu, dua perusahaan lainnya masing-masing berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals," ungkap dia.

        Aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan obligasi dan sukuk di BEI terus menunjukkan tren yang positif. Hingga 17 Juli 2026, BEI telah mencatat 114 emisi yang diterbitkan oleh 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp103,86 triliun.

        Di sisi pipeline, minat perusahaan untuk menerbitkan surat utang juga masih cukup tinggi. Saat ini terdapat 11 emisi dari 9 calon penerbit EBUS yang sedang dalam proses pencatatan di BEI.

        Berdasarkan sektor usahanya, energi menjadi kontributor terbesar dalam antrean penerbitan obligasi dengan porsi 45,5 persen atau sebanyak lima perusahaan. Posisi berikutnya ditempati sektor keuangan dan infrastruktur, yang masing-masing menyumbang 18,2 persen dari total pipeline.

        Baca Juga: Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun, Naik Hampir 4 Persen dalam Sepekan

        Baca Juga: BEI Suspensi Saham LUCY Mulai 17 Juli usai Anjlok 77,8% dalam Sebulan

        Sedangkan sektor basic materials serta consumer non-cyclicals masing-masing menyumbang 9,1 persen dari total calon penerbit yang tengah bersiap masuk ke pasar obligasi.

        Di sisi lain, aktivitas aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue juga masih berjalan stabil. 

        "Sejak awal tahun hingga 17 Juli 2026, sebanyak 15 perusahaan telah merampungkan right issue dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp10,69 triliun," ungkap dia.

        Saat ini, hanya tersisa satu perusahaan yang masih berada dalam antrean right issue. Emiten tersebut berasal dari sektor properti dan real estate, yang tengah menyelesaikan proses sebelum melaksanakan aksi korporasi di pasar modal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: