Dapat Lawan Sepadan, Ketum Gibranisti Siap Jor-joran Selidiki Ijazah S3 Roy Suryo
Kredit Foto: Ist
Perseteruan terkait polemik ijazah doktor (S3) Roy Suryo tampaknya masih akan berlanjut. Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, memastikan dirinya akan terus menelusuri berbagai hal yang dianggap janggal, bahkan mengisyaratkan telah menyiapkan langkah lanjutan yang disebutnya sebagai "kejutan".
"Tunggu saja, bukan cuma ini, ada kejutan-kejutan yang pastinya Mr. RS (Roy Suryo) akan mendapatkannya," terangnya.
Taufik bahkan mengaku siap apabila Roy Suryo memilih menempuh jalur hukum atau memberikan respons atas pernyataannya.
"Saya tunggu laporan beliau juga, saya tunggu tantangan-tantangan dari beliau yang mencoba untuk sedikit menyudutkan saya, apalagi memperagakan hal-hal yang menurut saya mencerminkan sebagai orang yang tidak tepat dalam berbicara di ruang publik," ucapnya.
Baca Juga: Disertasi Roy Suryo Baru Diupload 13 Juli, Pakar: Sepertinya Oknum UNJ Panik
Ia menegaskan tidak gentar menghadapi langkah apa pun dari Roy Suryo.
"Saya pastikan kalau beliau siap, maka saya akan katakan saya jauh lebih siap. Kalau beliau bilang mengatakan untuk A, saya akan ke B. Kalau beliau sampai ke Z, saya akan cari abjad yang tidak ada yang akan saya ikuti terus. Saya pastikan demikian," tambah dia.
Sebelumnya, Taufik menyebut konferensi pers Roy Suryo yang memperlihatkan ijazah S3 justru memunculkan berbagai pertanyaan baru.
"Ini buntut juga dari konferensi pers beliau kemarin yang banyak kejanggalan. Itu banyak temuan-temuan setelah dia memperlihatkan ijazahnya gitu kan," ujarnya.
Menurutnya, salah satu hal yang menarik perhatian berkaitan dengan penjelasan Roy mengenai jadwal wisuda dan ujian.
"Apalagi dia mengatakan kalau nggak salah dia mendapatkan, dia wisuda. Tapi setelah wisudanya tanggal ujiannya itu berbeda gitu. Ini yang menurutku agak-agak menarik gitu," ucapnya.
Baca Juga: Gibran Sudah Tidak Laku Lagi, Dinasti Jokowi Diprediksi Runtuh di 2029
Meski mengkritisi sejumlah penjelasan Roy Suryo, Taufik menegaskan dirinya tidak pernah secara langsung menuding ijazah tersebut palsu.
"Tidak pernah kemudian bicara soal ijazahnya palsu dan lain-lain sebagainya," katanya.
Karena itu, ia juga mendesak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Menurutnya, keabsahan ijazah tidak seharusnya hanya dijelaskan oleh pemilik dokumen.
"Kita akan tetap meminta pertanggung jawaban dari UNJ untuk membuat klarifikasi resmi. Tidak boleh lewat yang bersangkutan (Roy Suryo)," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri