- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Penjualan Tembus Rp1 Triliun, Laba Bersih Fore Kopi Naik 34% pada Semester I-2026
Kredit Foto: Unsplash/Ke Vin
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026 dengan mencatatkan penjualan bersih menembus Rp1 triliun. Peningkatan tersebut didorong ekspansi jaringan gerai yang berlanjut, sehingga turut mengerek laba bersih dan arus kas operasional perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026), FORE membukukan penjualan bersih sebesar Rp1 triliun atau meningkat sekitar 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp662,3 miliar.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bruto menjadi Rp622 miliar, naik 52% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp409,2 miliar pada semester I-2025. Meski beban pokok penjualan meningkat seiring bertambahnya skala usaha, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas.
Dari sisi laba, FORE membukukan laba bersih sebesar Rp56,4 miliar atau meningkat 34,29% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp42 miliar.
Peningkatan kinerja tersebut juga tercermin pada laba per saham (earnings per share/EPS) yang naik menjadi Rp6,33, dibandingkan Rp5,58 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kinerja keuangan ditopang oleh strategi ekspansi gerai yang masih berlanjut sepanjang paruh pertama tahun ini. Perseroan juga meningkatkan belanja modal untuk memperluas kapasitas operasional dan memperkuat jaringan bisnis.
Hingga akhir Juni 2026, nilai investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) FORE mencapai Rp115,36 miliar, melonjak 86,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagian besar dana investasi tersebut digunakan untuk penambahan aset tetap senilai Rp107,63 miliar, termasuk pembukaan gerai baru serta pengembangan fasilitas operasional.
Di sisi neraca, total aset perseroan meningkat 8,53% menjadi Rp1,25 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp1,16 triliun. Aset tersebut terdiri atas aset lancar senilai Rp462,99 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp796,37 miliar.
Seiring ekspansi bisnis, total liabilitas naik 8,78% menjadi Rp521,6 miliar dibandingkan Rp479,5 miliar pada akhir tahun lalu. Liabilitas tersebut terdiri atas kewajiban jangka pendek sebesar Rp377,5 miliar dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp144,1 miliar.
Baca Juga: Trump Raih Pendapatan Fantastis dari Kripto, Tembus Lebih dari Rp 17 Triliun
Baca Juga: Laba Bersih PTPN Group Melonjak Jadi Rp6,39 Triliun di 2025
Baca Juga: Target Ekspor Kopi RI Rp100 Triliun, Mentan Amran Gempur Perbenihan di Bener Meriah Aceh
Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp737,6 miliar atau tumbuh 8,39% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp680,5 miliar.
Dari sisi likuiditas, FORE juga mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasional sebesar Rp156,39 miliar, meningkat hampir 20% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp130,7 miliar.
Kenaikan arus kas operasional didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp1,01 triliun, mencerminkan pertumbuhan aktivitas penjualan selama enam bulan pertama tahun ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: