Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pembiayaan Pindar Cetak Multiplier Effect 1,69 Kali, Omzet UMKM Melonjak 121%

        Pembiayaan Pindar Cetak Multiplier Effect 1,69 Kali, Omzet UMKM Melonjak 121% Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pendanaan industri pinjaman daring (Pindar) semakin menunjukkan kontribusinya terhadap ekonomi riil. Riset Katadata Insight Center terhadap 309 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat setiap Rp1 pembiayaan produktif dari Pindar mampu menghasilkan multiplier effect sebesar 1,69 kali terhadap perekonomian. Pembiayaan tersebut juga diklaim mendorong kenaikan rata-rata omzet UMKM hingga 121%.

        Temuan tersebut memperkuat peran Pindar sebagai salah satu sumber pembiayaan produktif bagi pelaku usaha yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan. Selain memperluas akses modal, pembiayaan dinilai mampu meningkatkan kapasitas usaha dan mendorong ekspansi bisnis.

        Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan Pindar tidak lagi sekadar menjadi alternatif pembiayaan jangka pendek, tetapi telah berkembang menjadi jembatan pembiayaan produktif bagi UMKM.

        "Pindar hari ini berfungsi sebagai jembatan pembiayaan produktif bagi UMKM yang belum sepenuhnya terlayani perbankan. Data menunjukkan dana yang disalurkan bukan hanya menopang arus kas, tetapi juga mendorong ekspansi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan pembukaan pasar baru," ujar Entjik dalam keterangan resmi, Senin (20/7/2026).

        Berdasarkan hasil riset tersebut, dana pembiayaan paling banyak dimanfaatkan untuk pembelian bahan baku dengan porsi 16,9%. Selanjutnya, dana digunakan untuk ekspansi usaha sebesar 11,3% dan biaya operasional sebesar 11,2%. Sebagian pelaku UMKM juga memanfaatkan pembiayaan untuk memperluas kapasitas gudang serta meningkatkan kemampuan usaha melalui pelatihan.

        Dari sisi kinerja usaha, pembiayaan produktif turut berdampak terhadap peningkatan pendapatan. Rata-rata omzet bulanan UMKM meningkat sekitar 121% setelah memperoleh pembiayaan, sementara keuntungan bersih tercatat naik sekitar 155%.

        Menurut Entjik, pemanfaatan teknologi dalam industri Pindar turut mempercepat proses penilaian kelayakan usaha sehingga pelaku UMKM yang layak secara bisnis, tetapi belum memenuhi seluruh persyaratan administratif perbankan, tetap memiliki akses terhadap sumber pendanaan.

        Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan Pindar ke sektor produktif dan UMKM terus meningkat. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai pembiayaan produktif dan UMKM pada Mei 2026 mencapai Rp34,95 triliun.

        Baca Juga: OJK Pastikan Kenaikan Suku Bunga Belum Ganggu Pendanaan Pindar

        Baca Juga: Outstanding Pindar Tembus Rp103,73 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gali Lubang Tutup Lubang

        "Porsi pembiayaan produktif dan UMKM di industri Pindar pada Mei 2026 tercatat sebesar 33,70% dengan nominal Rp34,95 triliun," ujarnya dalam jawaban tertulis.

        Di sisi lain, OJK juga mencatat adanya kenaikan tingkat wanprestasi pembiayaan (TWP90). Hingga Mei 2026, rasio TWP90 industri Pindar mencapai 4,42%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,19%.

        Data tersebut menunjukkan bahwa meski pembiayaan produktif terus berkembang dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi UMKM, industri Pindar masih menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah ekspansi penyaluran kredit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: