Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ditanya Kebijakan Fiskal, Purbaya: Aman, Enggak Usah Dijelasin Lagi!

        Ditanya Kebijakan Fiskal, Purbaya: Aman, Enggak Usah Dijelasin Lagi! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi yang aman di tengah dinamika perekonomian global. Pernyataan itu disampaikan saat disinggung mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.

        "Kebijakan fiskal aman. Jadi enggak usah dijelasin lagi, udah aman, aman," ujar Purbaya kepada wartawan di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026).

        Purbaya menjelaskan salah satu indikator yang menunjukkan ketahanan fiskal Indonesia adalah terjaganya peringkat kredit negara pada level stabil. Ia juga optimistis akan ada sentimen positif lain dalam waktu dekat.

        "Amannya yang jelas itu peringkat stabil. Nanti bentar lagi dari sana ada keluar lagi dari China akan bagus juga," katanya.

        Di sisi lain, Purbaya memastikan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran pada level yang terkendali. Meski sebelumnya pemerintah berencana mengalokasikan ruang fiskal tambahan seiring penurunan harga minyak dunia, rencana tersebut kini dikaji ulang karena harga minyak kembali mengalami kenaikan.

        "Cuman kita lihat dulu tadinya kan harga minyak turun saya akan balikin sebagian ke program-program, tapi harganya mulai naik lagi, kita mesti hati-hati dulu untuk tambahan belanja," jelas Purbaya.

        Sebelumnya, Bendahara Negara itu melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I-2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

        Baca Juga: Investor dapat Pajak 0% hingga 50 Tahun di PFII, Purbaya: Masih Belum Tentu

        Baca Juga: Purbaya Optimistis RUU PFII Dongkrak Daya Saing Keuangan RI

        Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi defisit pada Mei 2026 yang sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB. Namun, secara tahunan, defisit APBN mengalami penurunan sebesar 3,8 persen dibandingkan Semester I-2025 yang mencapai 0,84 persen terhadap PDB.

        "Defisit APBN semester I (2026) tercatat sebesar Rp196,5 triliun dengan presentasi sebesar 0,76% terhadap PDB, kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," kata Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: