Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (21/7/2026), meski berhasil ditutup menguat pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar dinilai masih perlu mencermati level resistance yang menjadi penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG pada perdagangan Senin (20/7/2026) ditutup menguat 0,91 persen. Penguatan tersebut juga dibarengi dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai sekitar Rp157 miliar.
Menurut Fanny, saham-saham yang paling banyak diborong investor asing pada perdagangan kemarin antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peluang koreksi masih terbuka apabila IHSG belum mampu menembus level resistance di 6.300.
"Selama IHSG belum berhasil menembus resistance di area 6.300, indeks masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek," tulis Fanny dalam riset hariannya.
Dia memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran support 6.100-6.200, sedangkan level resistance berada di rentang 6.300-6.320.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, dia merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Timah Tbk (TINS), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).
Untuk TINS, investor disarankan melakukan buy on weakness pada kisaran Rp3.550–Rp3.570 per saham, dengan target jangka pendek di Rp3.600–Rp3.680 dan batas cut loss di bawah Rp3.510.
Sementara itu, PTRO direkomendasikan buy on weakness di area Rp4.090–Rp4.120, dengan target Rp4.140-Rp4.200 dan cut loss di bawah Rp4.050.
Dia juga memberikan rekomendasi speculative buy untuk RAJA di kisaran Rp900–Rp915 dengan target Rp925-Rp940, serta SSIA pada area Rp1.720-Rp1.740 dengan target Rp1.750-Rp1.790.
Saham UNVR direkomendasikan speculative buy pada kisaran Rp1.730-Rp1.735, dengan target harga Rp1.760-Rp1.780. Sedangkan ELSA dinilai menarik dibeli secara bertahap di level Rp650-Rp655, dengan target kenaikan menuju Rp670-Rp685.
Dia mengingatkan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko dan disiplin menggunakan batas cut loss di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi potensi volatilitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: