Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Tak Lagi Main Lembut: Siapa Menyimpang Bakal Disikat!

        Prabowo Tak Lagi Main Lembut: Siapa Menyimpang Bakal Disikat! Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang memanfaatkan program pemerintah demi kepentingan pribadi.

        Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026), Prabowo menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terbukti melakukan penyelewengan.

        "Kita tidak akan pilih kasih, tidak akan tebang pilih, tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan," kata Prabowo.

        Ia mengaku prihatin karena masih ada oknum yang memanfaatkan program-program pemerintah yang sejatinya ditujukan untuk kepentingan rakyat, justru dijadikan sarana memperkaya diri.

        "Kita sedih, ada oknum oknum pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan, dari sesuatu pekerjaan atau usaha yang begitu besar dan mulia bagi rakyat," ucapnya.

        Baca Juga: Indonesia Not Bad! Prabowo Pamer Kerja Nyata: Tunjukkan Negara Mana yang Seperti Kita?

        Meski demikian, Prabowo menilai pemberantasan penyimpangan tidak bisa dilakukan secara serampangan. Menurutnya, dibutuhkan kebijaksanaan serta pendekatan yang tepat agar proses penegakan tidak justru merusak sistem yang masih berjalan baik.

        "Kita butuh kearifan, waktunya kapan bilamana di mana, bagaimana karena kita ingin menyehatkan badan Indonesia," ujarnya.

        Untuk menggambarkan maksudnya, Prabowo membuat analogi seorang pasien kanker. Menurutnya, tindakan yang tergesa-gesa justru bisa merusak bagian tubuh yang sehat, padahal dengan metode yang tepat penyakit tersebut dapat ditangani secara lebih efektif.

        Baca Juga: Prabowo Ngaku Baru Sadar Persoalan Indonesia Sebegitu Banyak dan Parahnya

        "Kalau ada orang umpamanya kena kanker, jalan pintas bisa, potong saja tangannya, tapi mungkin dengan ketepatan, terapi, teknologi, kita bisa tanpa merusak badan," ungkapnya.

        Meski mengedepankan pendekatan yang bijaksana, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan.

        "Apa boleh buat kalau itu penyakit harus dihadapi, dengan sedih kita tindak dan kita terus akan tindak," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: