Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Jamin Netanyahu Aman di AS, Malah Bawa- Bawa Iran!

        Trump Jamin Netanyahu Aman di AS, Malah Bawa- Bawa Iran! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di wilayah Amerika Serikat. Penegasan itu disampaikan di tengah munculnya wacana penangkapan Netanyahu ketika berkunjung ke New York.

        Trump menegaskan tidak ada pihak yang akan menahan sekutu dekatnya tersebut, meski Netanyahu saat ini menjadi subjek surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

        "Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara atau bentuk apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tegas Trump melalui akun media sosialnya.

        Trump juga membela langkah Netanyahu dengan menyinggung konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, perhatian dunia seharusnya diarahkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan di kawasan Timur Tengah, bukan kepada pemimpin Israel.

        Dia bahkan menyebut pihak yang layak diproses hukum adalah mereka yang dinilai menyeret Iran ke dalam konflik berkepanjangan, bukan Netanyahu yang disebutnya tengah menghadapi ancaman dari Republik Islam Iran.

        Pernyataan Trump muncul setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani mengungkapkan bahwa pemerintah kota sedang mengkaji kemungkinan menangkap Netanyahu apabila pemimpin Israel itu datang ke New York.

        Mamdani mengatakan pembahasan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah penangkapan yang telah diterbitkan ICC terhadap Netanyahu.

        "Saya meyakini bahwa Perdana Menteri Netanyahu seharusnya diadili di Den Haag," kata Mamdani dalam wawancara dengan New York Times.

        Dia menilai Netanyahu merupakan sosok yang harus mempertanggungjawabkan dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dituduhkan kepadanya.

        Baca Juga: Trump Langsung Menelepon Perdana Inggris yang Baru: 'AS Siap Bantu!'

        Netanyahu diketahui dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat pada September 2026. Selain menghadiri agenda bilateral, dia juga diperkirakan hadir dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York.

        Sebelumnya, kunjungan Netanyahu sempat direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Namun agenda tersebut kemudian ditunda hingga September mendatang.

        Sebagai informasi, ICC pada 2024 menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza.

        Perbedaan sikap antara Trump dan Mamdani pun kembali memunculkan perdebatan mengenai pelaksanaan surat perintah ICC terhadap pemimpin negara yang berkunjung ke Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: