Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertumbuhan Pelanggan Operator Diprediksi Melambat, Pengamat Sebut Efek Transisi Registrasi Biometrik

        Pertumbuhan Pelanggan Operator Diprediksi Melambat, Pengamat Sebut Efek Transisi Registrasi Biometrik Kredit Foto: Komdigi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Diperkirakan terjadi perlambatan pertumbuhan pelanggan Telkomsel, Indosat, dan XLSMART pada kuartal III/2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh penerapan registrasi SIM berbasis biometrik. Pengamat menilai hal tersebut bukan menjadi sinyal negatif bagi industri telekomunikasi.

        Direktur ICT Heru Sutadi menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang wajar. Menurutnya, penerapan registrasi biometrik membuat proses aktivasi kartu SIM menjadi lebih ketat sehingga peluang penggunaan identitas palsu, SIM anonim, maupun registrasi massal semakin kecil.

        "Menurut saya, perlambatan pertumbuhan pelanggan merupakan konsekuensi yang wajar pada masa transisi yang tidak lama. Registrasi biometrik membuat proses aktivasi kartu SIM menjadi lebih ketat sehingga ruang bagi penggunaan identitas palsu, SIM anonim, atau registrasi massal semakin kecil," ujar Heru kepada Warta Ekonomi, Rabu (22/7/2026).

        Ia menambahkan, perlambatan tersebut juga dipengaruhi oleh proses adaptasi masyarakat terhadap mekanisme registrasi yang baru. Kendati demikian, kebutuhan masyarakat terhadap layanan seluler dinilai tidak berubah.

        "Jadi, yang berubah bukan kebutuhan masyarakat terhadap layanan seluler, melainkan kualitas proses registrasi yang menjadi lebih akurat dan akuntabel," katanya.

        Heru memandang implementasi registrasi biometrik sebagai investasi jangka panjang bagi industri telekomunikasi. Meskipun operator berpotensi kehilangan sebagian pertumbuhan pelanggan baru dalam jangka pendek, manfaat yang diperoleh dinilai lebih besar karena menghasilkan basis pelanggan yang lebih valid.

        Selain mengurangi jumlah nomor yang tidak produktif, sistem tersebut juga dinilai dapat menekan penyalahgunaan identitas untuk penipuan maupun kejahatan digital.

        "Operator mungkin kehilangan sebagian pertumbuhan pelanggan baru dalam jangka pendek, tetapi yang diperoleh adalah basis pelanggan yang lebih valid, mengurangi nomor tidak produktif, serta menekan penyalahgunaan identitas untuk penipuan dan kejahatan digital," ujarnya.

        Baca Juga: Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Diproyeksikan Sumbang PNBP Rp30 Triliun

        Baca Juga: Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi, Internet 4G Masuk 538 Desa

        Baca Juga: Komdigi Masih Kaji Lelang Frekuensi 3,5 GHz untuk 5G, Ini Alasannya

        Lebih lanjut, ia menilai manfaat registrasi biometrik akan semakin optimal apabila kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi pelanggan baru.

        Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan program re-registrasi biometrik secara bertahap untuk pelanggan lama agar seluruh ekosistem nomor seluler memiliki tingkat kepercayaan yang sama.

        "Manfaat registrasi biometrik akan jauh lebih optimal apabila tidak hanya diterapkan pada pelanggan baru. Pemerintah perlu menyiapkan re-registrasi biometrik secara bertahap bagi pelanggan lama, sehingga seluruh ekosistem nomor seluler memiliki tingkat kepercayaan yang sama dan benar-benar mampu menekan penipuan digital," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: