Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ribuan Karyawan Turun ke Lapangan Setiap Hari, Begini Cara BAF Menjaga Keselamatan Mereka

        Ribuan Karyawan Turun ke Lapangan Setiap Hari, Begini Cara BAF Menjaga Keselamatan Mereka Kredit Foto: BAF
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bagi karyawan lapangan, mobilitas tinggi merupakan bagian dari rutinitas kerja sehari-hari.

        Mereka perlu berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menjalankan berbagai aktivitas operasional, seperti mengunjungi konsumen, melakukan survei, hingga mendukung kebutuhan bisnis perusahaan.

        Namun, semakin tinggi mobilitas, semakin besar pula risiko yang menyertai setiap perjalanan.

        Karakter jalan yang tidak selalu mulus, kondisi lalu lintas yang dinamis, serta berbagai situasi di lapangan membuat keselamatan berkendara menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

        Pertimbangan inilah yang menjadi dasar dihadirkannya program Safety Riding di PT Bussan Auto Finance (BAF), perusahaan multifinance dengan jaringan operasional yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

        Associate Director BAF sekaligus Ketua BAF Safety Riding Committee Ellia Bachtiar mengatakan, keselamatan berkendara menjadi salah satu perhatian perusahaan karena berkaitan dengan kesejahteraan karyawan.

        Saat ini, BAF memiliki lebih dari 9.000 karyawan, dengan sekitar 7.000 di antaranya merupakan karyawan lapangan yang tersebar di lebih dari 250 lokasi operasional di Indonesia.

        "BAF memiliki komitmen, ketentuan dan semangat agar setiap karyawan kami dapat pulang dengan selamat setelah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," ujar Ellia.

        Program Safety Riding

        Untuk menjaga budaya keselamatan tetap berjalan dalam aktivitas sehari-hari, BAF menjalankan sejumlah program Safety Riding yang melibatkan karyawan di berbagai wilayah operasional.

        Program tersebut antara lain Safety Riding Dialogue, Hii Nyaris (Near Miss Reporting), Vehicle Check, Safety Riding Flyer Blast Campaign, Safety Riding Month, hingga berbagai materi edukasi digital melalui Safety Riding Portal.

        Melalui Safety Riding Dialogue, karyawan diajak berdiskusi mengenai berbagai risiko yang ditemui selama berkendara.

        Sementara Hii Nyaris (Near Miss Reporting) menjadi sarana berbagi pengalaman terkait kejadian yang nyaris menimbulkan kecelakaan agar dapat menjadi pembelajaran bersama.

        BAF juga menjalankan program Vehicle Check untuk membantu memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak dan aman untuk beroperasi.

        Memperkuat Kemampuan Berkendara Karyawan

        Selain membangun kesadaran, BAF juga berupaya memperkuat kemampuan berkendara karyawan melalui berbagai pelatihan.

        Salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan Yamaha Riding Academy (YRA) dalam penyelenggaraan pelatihan defensive riding.

        Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan materi dan metode pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar keselamatan berkendara yang baik.

        Materi yang diberikan mencakup identifikasi bahaya, teknik antisipasi risiko, pengambilan keputusan saat berkendara, manajemen kecepatan, posisi berkendara yang aman, hingga praktik defensive riding di berbagai kondisi jalan.

        Safety Riding Committee

        Menjalankan program keselamatan berkendara di ratusan lokasi operasional disadari BAF membutuhkan koordinasi yang baik.

        Karena itu, perusahaan membentuk Safety Riding Committee untuk memastikan berbagai program Safety Riding dapat berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah operasional perusahaan.

        Kehadiran komite ini juga membuat berbagai program yang sebelumnya berjalan secara terpisah menjadi lebih terintegrasi, disertai proses monitoring dan evaluasi yang lebih terstruktur.

        Selain menyusun kebijakan dan program, komite juga berperan memastikan implementasi budaya keselamatan berjalan konsisten di seluruh wilayah operasional BAF.

        BAF menilai, budaya keselamatan tidak dapat dibangun hanya melalui pelatihan. Karena itu, perusahaan berupaya menjadikan keselamatan sebagai bagian dari pertimbangan sehari-hari saat karyawan menjalankan aktivitasnya.

        Melalui Safety Riding Committee, BAF juga mendorong penerapan Zero Fatality Mindset, yaitu keyakinan bahwa tidak ada satu pun kecelakaan fatal yang dapat diterima. Setiap risiko perlu dikelola dan setiap potensi bahaya harus diantisipasi sedini mungkin.

        Komitmen tersebut tidak hanya dijalankan oleh karyawan lapangan, tetapi juga melibatkan para pimpinan di berbagai level organisasi.

        Para pemimpin di setiap wilayah didorong untuk menjadi BAF Safety Riding Ambassador yang membantu memastikan berbagai program keselamatan berjalan secara konsisten.

        Mereka juga diwajibkan untuk menjadi teladan dalam penerapan perilaku aman, aktif berdialog dengan tim, serta melakukan vehicle check bersama karyawan.

        Keterlibatan pimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja dan mendorong karyawan menerapkan perilaku berkendara yang lebih aman dalam aktivitas sehari-hari.

        Untuk memantau efektivitas program, BAF juga melakukan monitoring melalui berbagai indikator, mulai dari tingkat partisipasi karyawan, completion rate pelatihan, hingga evaluasi program secara berkala.

        Seiring berjalannya program, BAF melihat peningkatan kesadaran keselamatan, partisipasi karyawan yang lebih tinggi, serta budaya diskusi mengenai risiko berkendara yang semakin terbuka.

        Melalui berbagai program tersebut, BAF berharap setiap karyawan dapat menjalankan pekerjaannya dengan aman sekaligus menerapkan budaya keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.

        "Karyawan merupakan aset terpenting perusahaan. Karena itu, melalui berbagai program Safety Riding, kami ingin memastikan mereka dapat menjalankan pekerjaan dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat untuk keluarganya," tutup Ellia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: