Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tegaskan Pemerintah Tidak Antikritik, Prabowo: Beda Kritik dengan Caci Maki dan Fitnah

        Tegaskan Pemerintah Tidak Antikritik, Prabowo: Beda Kritik dengan Caci Maki dan Fitnah Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak pernah menutup ruang kritik dari masyarakat. Menurutnya, kritik justru menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi karena berfungsi mengoreksi jalannya pemerintahan.

        Namun, Prabowo mengingatkan bahwa kritik yang sehat harus dibedakan dengan caci maki maupun fitnah yang justru berpotensi merusak semangat persatuan dan pembangunan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan presiden saat memberikan pidato pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC).

        Baca Juga: Terlalu Dini Menganggap Dokter Tifa Sudah Menang di Kasus Ijazah Jokowi: Kalau Kita Cermati...

        "Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda," ujar Prabowo, dikutip Jumat (24/7/2026).

        Menurut Prabowo, kritik yang objektif dan disampaikan dengan tujuan memperbaiki kinerja pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

        Karena itu, pemerintah tidak memandang kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan untuk memastikan kebijakan yang dijalankan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

        Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak akan mudah goyah menghadapi kritik selama seluruh jajaran tetap bekerja sesuai aturan dan berada di jalur yang benar.

        "Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat," katanya.

        Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyampaian kritik harus tetap mengedepankan etika dan tidak berubah menjadi penyebaran informasi yang tidak benar ataupun fitnah yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

        Menurut Prabowo, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Namun, seluruh pihak diharapkan tetap memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kepentingan nasional dan memperkuat persatuan.

        Dalam pidatonya, presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia berharap semangat kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

        "Mari kita berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

        Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

        Pernyataan Prabowo tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah membuka ruang kritik, tetapi tetap mengharapkan kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak bergeser menjadi serangan personal maupun fitnah yang berpotensi merusak kehidupan demokrasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: