Airlangga Sebut 70% Investor Asing Ketagihan Bisnis di Indonesia karena Pasti Cuan
Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan mayoritas perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia masih mencatatkan keuntungan. Berdasarkan survei Japan External Trade Organization (JETRO), sekitar 70% investor asing memperoleh keuntungan dari aktivitas bisnisnya di Tanah Air.
"Laporan dari perusahaan agensi Jepang, JETRO, menyampaikan bahwa perusahaan asing yang investasi di Indonesia potensi mengalami atau mendapat keuntungan besarnya 70 persen. Jadi lebih banyak untung daripada yang tidak untung," kata Airlangga dalam Kunjungan Kehormatan Delegasi Bisnis Republik Rakyat Tiongkok (RRT) serta Duta Besar RI untuk RRT di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Optimisme tersebut, menurut Airlangga, turut sejalan dengan eratnya hubungan ekonomi Indonesia dengan berbagai negara mitra, termasuk China, yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia.
Hingga saat ini, sejumlah perjanjian perdagangan telah terjalin diantara kedua negara diantaranya ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang mulai berlaku pada 2010 serta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang efektif berlaku pada 2022.
Sejalan dengan hal tersebut, nilai perdagangan bilateral terus menunjukkan tren yang kuat, dengan nilai perdagangan berdasarkan data Indonesia mencapai sekitar USD154 miliar, sementara berdasarkan data Tiongkok tercatat sekitar USD160 miliar. Sejumlah komoditas ekspor Indonesia diantaranya yakni ferroalloy, nikel matte, lignit, batubara, hingga minyak sawit.
Lebih lanjut, China juga merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia dengan kontribusi yang terus meningkat di berbagai sektor strategis.
Untuk semakin mendorong realisasi investasi, Pemerintah Indonesia menyediakan berbagai insentif fiskal yang kompetitif, antara lain fasilitas tax holiday hingga 100% sesuai dengan besaran dan kriteria investasi, tax allowance, investment allowance, serta fasilitas super tax deduction guna mendukung peningkatan investasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kita terbuka untuk bekerja sama dengan partner global termasuk China, baik itu untuk trade investment maupun di sektor jasa maupun di sektor pendidikan. Dan saya mengundang bisnis pemusaha dari China untuk melanjutkan investasi di Indonesia terutama terhadap sektor yang mempunyai nilai tambah tinggi,” kata Airlangga.
Di sektor pendidikan, saat ini kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka seperti Tsinghua University telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan riset dan seminar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali.
Sementara itu pada sektor otomotif, Pemerintah mendorong penguatan investasi perusahaan otomotif Tiongkok, seperti BYD dan Chery, yang kini telah berhasil menembus jajaran lima besar pangsa pasar otomotif di Indonesia.
Di bidang ekonomi digital, Pemerintah juga terus mendorong investasi pada industri semikonduktor, pembangunan infrastruktur serat optik, pengembangan aplikasi digital, serta infrastruktur pusat data (data center) sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional.
Baca Juga: Sandiaga Uno Bidik Peluang Ekonomi Hijau Lewat Investasi di MUTU
Baca Juga: Airlangga Bocorkan Alternatif Lokasi PFII: Lahan BUMN Dekat Bandara hingga Bali Barat
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga melakukan diskusi bersama dengan sejumlah pelaku usaha dari Tiongkok. Dari pihak Indonesia, sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor juga turut dihadirkan, diantaranya industri tekstil, alas kaki, furnitur, pendidikan, kemasan plastik, kawasan industri, elektronik, hingga energi terbarukan.
"Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok ini terus menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dan komprehensif. Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka peluang dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga pada sektor-sektor strategis seperti industri, pendidikan, ekonomi digital, dan teknologi," ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: