Pendekatan ke Guardiola Disebut 'Perjudian', FIGC Dikritik Menteri Olahraga Italia
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Rencana Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang mengungkap secara terbuka pendekatan kepada Pep Guardiola untuk menangani tim nasional menuai kritik dari Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi. Ia menilai langkah tersebut terlalu berisiko apabila belum disertai kepastian bahwa negosiasi akan berujung kesepakatan.
Andrea Abodi mengatakan pembicaraan dengan pelatih sekelas Guardiola seharusnya tidak diumumkan kepada publik jika peluang mencapai kesepakatan belum benar-benar kuat. Menurutnya, keputusan membuka proses negosiasi justru dapat menjadi bumerang apabila target utama akhirnya menolak tawaran tersebut.
"Saya tidak tahu apakah Guardiola sudah memikirkan hal ini secara matang. Saya percaya bahwa, ketika hendak mengkomunikasikan pilihan seperti ini secara terbuka, Anda harus punya tingkat kepercayaan diri yang cukup bahwa Anda akan mewujudkannya, atau lebih baik merahasiakannya," ujar Abodi kepada Sky TG24.
Ia bahkan menyebut langkah FIGC mengumumkan pendekatan kepada Guardiola tanpa kepastian sebagai sebuah perjudian yang memiliki risiko besar.
"Alternatifnya terlihat sangat berjauhan sehingga mengungkapkannya tanpa keyakinan mendapat jawaban ya itu terasa seperti perjudian," katanya.
Menurut Abodi, federasi seharusnya mengambil keputusan yang realistis demi membangun proyek jangka panjang bagi tim nasional Italia. Ia menilai keberhasilan pelatih nantinya baru bisa dinilai melalui hasil yang diraih di lapangan.
"Perjudian selalu berisiko, jadi kami butuh keputusan yang masuk akal, dan hanya lapangan yang akan menentukan apakah keputusan ini sudah melihat jauh ke depan mengingat bahwa kesepakatannya seharusnya untuk empat tahun," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini mengungkapkan federasi sempat menjajaki kemungkinan menunjuk Pep Guardiola maupun Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim nasional Italia yang tengah kosong.
Kursi pelatih Italia ditinggalkan Gennaro Gattuso pada April lalu setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026. Sejak saat itu, FIGC mulai mencari sosok yang dinilai mampu membangun kembali kekuatan tim nasional.
Namun, Guardiola dikabarkan menolak tawaran tersebut karena ingin beristirahat setelah menghabiskan sekitar satu dekade menangani Manchester City.
Baca Juga: Pep Guardiola Minta Gaji Rp409 Miliar, Jalan ke Timnas Italia Mulai Terjal
Setelah gagal mendapatkan Guardiola maupun Ancelotti, FIGC kini disebut mengalihkan fokus kepada Andrea Pirlo. Mantan gelandang timnas Italia itu dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi pelatih dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Abodi enggan memberikan penilaian terhadap peluang Pirlo. Meski demikian, ia berharap siapa pun pelatih yang dipilih nantinya mampu membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
"Saya tidak akan mengeluarkan opini karena saya penggemar tim nasional dan saya harap pilihan oleh Presiden (FIGC), bersama dengan Maldini dan Leonardo, akan membawa hasil yang kami harapkan, tahu kalau ini adalah jalan jangka panjang," kata Abodi.
Ia juga menilai Pirlo telah memiliki pengalaman sebagai pelatih dan berharap mampu membuktikan kapasitasnya apabila benar ditunjuk menangani Gli Azzurri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: