- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Tertekan di Level 6.173, BBCA hingga BMRI Masih Melemah usai Perry Warjiyo Mundur
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah pada sesi I perdagangan Senin (27/7/2026) di tengah respons pasar terhadap pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.09 WIB, IHSG berada di level 6.173,94 atau turun 22,50 poin (0,36%)dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 6.144,27–6.219,42, setelah dibuka di level 6.185,80.
Nilai transaksi pasar mencapai Rp7,10 triliun dengan volume perdagangan 173,07 juta lot dan frekuensi transaksi 1,16 juta kali.
Pergerakan saham sektor perbankan juga masih cenderung beragam. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)melemah 0,40% ke level 6.250, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 0,57% ke 3.500. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga terkoreksi 0,73% ke level 4.100.
Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bergerak stagnan di level 2.960. Adapun saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 1,24% ke 1.220, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) naik 0,30% ke 1.645, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menguat 0,27% ke level 1.850.
Pergerakan tersebut terjadi setelah pemerintah mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry yang berlaku efektif mulai 25 Juli 2026.
Untuk menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral, pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebelumnya, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai pengunduran diri Perry berpotensi menjadi sentimen jangka pendek bagi pasar keuangan domestik.
Menurut Nafan, pelaku pasar kemungkinan akan mengambil sikap wait and see hingga terdapat kepastian mengenai proses pergantian pucuk pimpinan BI.
“Dalam jangka pendek, investor cenderung menerapkan pendekatan wait and see, sehingga volatilitas di pasar saham maupun pasar obligasi berpotensi meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Investor Wait and See
Baca Juga: IHSG Merah Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Big Banks Rontok
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur Berpotensi Picu Volatilitas IHSG, Saham Perbankan Bisa Kena Sengatan
Ia menambahkan, besarnya dampak terhadap pasar akan bergantung pada proses transisi kepemimpinan serta kredibilitas sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo.
Apabila proses suksesi berlangsung cepat, transparan, serta mampu menjaga independensi Bank Indonesia dan kesinambungan kebijakan moneter, tekanan terhadap pasar diperkirakan hanya bersifat sementara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri