Tak Temui Prabowo, Istana Bilang Gini soal Isu Perry Warjiyo Mundur Karena Ada Tekanan
Kredit Foto: Cita Auliana
Pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) terus menjadi sorotan publik. Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, mulai dari isu kondisi kesehatan hingga dugaan adanya tekanan dari Istana, pemerintah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait alasan mundurnya orang nomor satu di BI tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Perry telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (25/7/2026). Ia memastikan keputusan Perry untuk melepas jabatannya murni berasal dari keinginan pribadi.
"Beliau menyampaikan pengunduran diri berkirim surat. Karena alasan pribadi dan tentu kita menghormati ya," kata Prasetyo usai konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Alasan Prabowo Didesak Pecat Gibran Sebelum 20 Oktober 2026
Prasetyo kemudian merespons isu yang menyebut Perry mundur karena kondisi kesehatannya. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan isi surat yang diterima Presiden.
"Tidak ada, tidak ada dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri karena alasan pribadi," ujarnya.
Tak hanya itu, Istana juga membantah anggapan bahwa Perry mengundurkan diri akibat tekanan dari pihak tertentu, termasuk dari lingkungan Istana.
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Celios: Ada Tekanan Politik
"Siapa yang mengspekulasi? Itu kan pertanyaan Anda yang mengspekulasi," ucap Prasetyo.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Perry belum sempat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Karena itu, belum ada pesan khusus yang disampaikan secara langsung antara keduanya.
"Kalau pertanyaan pesan khusus, sementara belum ada ya karena prosesnya baru sudah dikirim surat dan belum sempat ada pertemuan," ungkap Prasetyo.
Setelah Perry memutuskan mundur, pemerintah menunjuk Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI. Prasetyo menyebut pemerintah juga berencana mempertemukan Destry dengan Presiden Prabowo dalam waktu dekat sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan di bank sentral.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: