- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Berakhir di Zona Merah, Saham Keuangan Malah Jadi Penahan Koreksi
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (27/7/2026) di zona merah setelah terkoreksi 18,53 poin atau 0,30% ke level 6.177,90. Pelemahan indeks terjadi di tengah dominasi saham yang turun, meski sektor keuangan justru mampu mencatatkan penguatan.
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak di rentang 6.144,27 hingga 6.219,42 sepanjang sesi perdagangan. Nilai transaksi mencapai Rp6,606 triliun dengan volume 14,95 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,046 juta kali.
Sebanyak 305 saham menguat, 340 saham melemah, sementara 320 saham bergerak stagnan.
Meski IHSG berakhir di zona negatif, sektor keuangan menjadi salah satu penopang pasar dengan kenaikan 0,43%. Selain itu, sektor industri menguat 0,68% dan teknologi naik 0,31%.
Sebaliknya, tekanan masih membayangi sejumlah sektor lainnya. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,25%, diikuti sektor properti 0,82%, kesehatan 0,60%, energi 0,48%, bahan baku 0,40%, barang konsumsi primer (non-cyclical) 0,39%, siklikal 0,08%, dan transportasi 0,02%.
Di jajaran saham berkapitalisasi pasar terbesar, pergerakan masih berlangsung beragam.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,40% ke level 6.300 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp768 triliun, sehingga tetap menjadi emiten dengan nilai kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 0,34% ke level 2.950 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp442 triliun.
Di luar sektor perbankan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,54% ke level 3.460, sedangkan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 2,48% ke level 191.375. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turut menguat 0,84% ke posisi 12.075.
Dari sisi pergerakan saham individual, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) memimpin daftar penguatan setelah melonjak 35,00% ke level 216.
Baca Juga: 20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri
Baca Juga: IHSG Tertekan di Level 6.173, BBCA hingga BMRI Masih Melemah usai Perry Warjiyo Mundur
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Investor Wait and See
Posisi berikutnya ditempati PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang naik 34,55%, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menguat 24,75%, PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) bertambah 24,51%, dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) naik 24,30%.
Di sisi lain, tekanan terbesar dialami PT Sinarmas Asset Management (XSPI) yang merosot 15,00%. Pelemahan juga terjadi pada PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) sebesar 14,55%, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) 10,09%, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 9,83%, dan PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) 9,73%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: