Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian

        ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian Kredit Foto: MDIA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), emiten media milik Bakrie Grup yang merupakan induk usaha ANTV, tengah menghadapi perhatian publik setelah muncul polemik keterlambatan pembayaran honor sejumlah artis, termasuk Inul Daratista. Di tengah polemik tersebut, laporan keuangan perseroan menunjukkan kondisi keuangan yang masih berada di bawah tekanan meski kerugian mulai menyusut.

        Inul Daratista sebelumnya melalui akun Instagram pribadinya, @inul.d, mengungkapkan honor senilai miliaran rupiah yang menjadi haknya belum dibayarkan sejak 2022 atas keterlibatannya dalam program Rumah Idaman. Namun, tidak lama setelah unggahan tersebut, Inul menyatakan seluruh haknya telah diselesaikan oleh pihak ANTV.

        Di balik polemik tersebut, laporan keuangan MDIA yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp8,31 miliar pada kuartal I-2026. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan rugi bersih Rp58,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Seiring penyusutan rugi bersih, rugi per saham dasar juga membaik menjadi Rp0,21 per saham, dibandingkan Rp1,49 per saham pada kuartal I-2025.

        Dari sisi operasional, pendapatan perseroan justru masih mengalami penurunan. Hingga akhir Maret 2026, MDIA membukukan pendapatan sebesar Rp141,71 miliar, turun sekitar 15,15% dibandingkan Rp167,02 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan pendapatan tersebut menunjukkan tantangan bisnis yang masih dihadapi perseroan di tengah upaya memperbaiki profitabilitas.

        Tekanan juga terlihat dari sisi neraca. Total aset MDIA menyusut menjadi Rp3,12 triliun per akhir Maret 2026 dari Rp3,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp2,19 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp935,49 miliar.

        Baca Juga: Saham Konglomerat Berpesta Saat IHSG Menguat, Emiten Prajogo Pangestu dan Bakrie Paling Moncer

        Baca Juga: Bakrie Dapat Proyek Batu Bara Rp22 Triliun Lewat Darma Henwa (DEWA)

        Perseroan juga masih memiliki sejumlah kewajiban jangka pendek. Utang usaha kepada pihak ketiga meningkat menjadi Rp36,52 miliar, dari Rp28,54 miliar pada akhir Maret 2025.

        Selain itu, MDIA mencatat utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp24,49 miliar, utang pajak mencapai Rp197,61 miliar, pinjaman kepada pihak ketiga Rp187,24 miliar, liabilitas sewa Rp1,51 miliar, liabilitas pembiayaan konsumen Rp1,51 miliar, utang uang muka pelanggan sebesar Rp572,46 juta, serta kewajiban yang harus diselesaikan melalui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sebesar Rp28,90 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: