Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Libatkan Danantara dalam Pengambilan Keputusan KSSK

        Presiden Libatkan Danantara dalam Pengambilan Keputusan KSSK Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Danantara akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Keterlibatan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi nasional.

        Rosan menjelaskan, ke depan Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola investasi negara, tetapi juga akan ikut memberikan masukan dalam forum KSSK agar setiap kebijakan memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian dan dunia usaha.

        "Nanti KSSK diminta juga untuk melibatkan Danantara dalam pengambilan setiap keputusannya, supaya mempunyai dampak juga langsung ke perekonomian dan usaha, tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter saja. Jadi lebih ke whole ecosystem-nya," ujar Rosan usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2026).

        Baca Juga: OJK Ungkap Penempatan SAL Rp381 Triliun Tak Lagi Jadi Perdebatan di KSSK, Ini Alasannya!

        Menurutnya, dengan keterlibatan Danantara, format koordinasi akan berkembang menjadi "KKSK Plus", yakni forum yang mengintegrasikan kebijakan fiskal, moneter, stabilitas sistem keuangan, serta investasi negara.

        "Jadi arahannya adalah KKSK Plus, plus Danantara," katanya.

        Rosan mengatakan, sesuai arahan Presiden, Danantara akan ikut dalam rapat koordinasi KKSK yang selama ini rutin digelar.

        "Iya, tadi arahannya begitu (ikut rapat koordinasi dengan KSSK)," ujarnya saat ditanya apakah Danantara akan mengikuti rapat KSSK secara berkala.

        Ia juga mengonfirmasi bahwa ini merupakan pertama kalinya Danantara dilibatkan secara resmi dalam forum koordinasi tersebut.

        "Iya benar (ini pertama kali dilibatkan di KSSK)" katanya.

        Dalam kesempatan tersebut, Rosan mengaku tidak memberikan usulan nama calon Gubernur Bank Indonesia yang baru. 

        Ia menegaskan bahwa tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden.

        "Oh nggak, itu prerogatif Bapak Presiden," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: