Zelenskyy Tembak Kapal Dagang Iran hingga Pelaut Tewas, Iran-Rusia Beri Respons
Kredit Foto: Reuters/Leah Millis
Ketegangan antara Iran dan Ukraina kembali memanas setelah Teheran menuduh militer Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan yang diklaim terjadi pada Sabtu (25/7) itu dilaporkan menewaskan seorang pelaut dan melukai tiga awak lainnya, memicu kecaman keras dari Iran yang kemudian mendapat dukungan Rusia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan serangan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Melalui unggahan di akun X pada Minggu, ia menyatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyerang kapal dagang Iran hingga menyebabkan seorang pelaut tewas.
Araghchi menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia juga menuduh serangan itu dilakukan atas perintah Israel dengan tujuan menyeret negara-negara Eropa ke dalam konflik yang lebih luas.
Menurut Araghchi, sikap Iran telah disampaikan dalam pembicaraan telepon terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran juga memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran menyusul klaim serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan satu pelaut serta melukai awak kapal lainnya.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, insiden terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Sabtu. Serangan tersebut memicu ledakan di kapal dagang Iran. Kantor berita semiresmi Mehr kemudian melaporkan bahwa selain satu korban tewas, tiga awak kapal lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy justru mengklaim pasukannya berhasil mencatat hasil signifikan dalam operasi serangan jarak jauh di Laut Kaspia.
Dalam unggahan di akun X pada Sabtu, Zelenskyy menyebut Ukraina telah menyerang kapal perang Rusia serta kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut kargo militer yang berkaitan dengan Iran.
Ia menyatakan operasi tersebut menghasilkan capaian yang sangat kuat, termasuk terhadap kapal-kapal yang digunakan dalam pengiriman logistik militer.
Respons Iran kemudian diperkuat melalui komunikasi tingkat tinggi dengan Rusia. Dalam percakapan telepon pada Minggu (26/7/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sama-sama mengutuk serangan yang mereka sebut ilegal terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menyebut aksi Ukraina sebagai petualangan berbahaya sekaligus pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam PBB.
Ia menegaskan Iran akan mempertahankan keamanan nasional dan kepentingannya secara tegas.
Sementara itu, Lavrov mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. Menurutnya, aksi itu juga mengancam jalur perdagangan antara Rusia dan Iran yang melintasi Laut Kaspia.
Baca Juga: Tak Hanya Andalkan Jokowi, Kaesang Pangarep Bisa 'Jebol Kandang Banteng' Lewat Citra Ini
Selain membahas insiden tersebut, kedua menteri juga menyinggung perkembangan keamanan kawasan. Mereka mendiskusikan situasi menyusul apa yang disebut Teheran sebagai pelanggaran janji serta upaya menciptakan ketidakamanan di Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.
Pernyataan bersama Iran dan Rusia menunjukkan kedua negara memiliki pandangan yang sama terkait insiden di Laut Kaspia. Teheran menegaskan serangan terhadap kapal dagangnya merupakan pelanggaran hukum internasional, sementara Moskow menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu keamanan jalur perdagangan strategis yang menghubungkan kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: