Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        INET Bidik Pasar Korporasi! Luncurkan NewConnext untuk Garap Peluang Transformasi Digital

        INET Bidik Pasar Korporasi! Luncurkan NewConnext untuk Garap Peluang Transformasi Digital Kredit Foto: INET
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) semakin agresif memperluas bisnisnya di sektor digital. Melalui anak usahanya, PT Data Prima Solusindo, perseroan resmi meluncurkan NewConnext, sebuah layanan digital terintegrasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transformasi digital perusahaan atau segmen korporasi.

        Peluncuran NewConnext menjadi bagian dari strategi INET untuk memperkuat posisinya di industri teknologi informasi dan komunikasi. Platform ini menawarkan berbagai solusi digital dalam satu ekosistem, mulai dari layanan konektivitas, pusat data (data center), otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga penyediaan talenta dan tenaga kerja profesional di bidang teknologi.

        Direktur Utama INET, Muhammad Arif mengatakan kehadiran NewConnext merupakan langkah lanjutan setelah perseroan memperkuat portofolio infrastruktur digital dalam beberapa tahun terakhir.

        "INET terus membangun ekosistem infrastruktur digital yang semakin lengkap. Melalui NewConnext, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh bagi pelanggan korporasi, mulai dari konektivitas, infrastruktur pendukung, layanan digital, hingga kebutuhan operasional perusahaan dalam menjalankan transformasi digital," ujar Arif dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).

        Menurut dia, kebutuhan perusahaan terhadap layanan digital kini semakin kompleks. Oleh karena itu, INET tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga ingin menjadi mitra strategis yang mampu mendukung proses digitalisasi bisnis pelanggan secara menyeluruh.

        Chief Executive Officer (CEO) NewConnext, Noertattu Supanery menjelaskan NewConnext hadir dengan dukungan ekosistem grup yang terintegrasi, mulai dari jaringan kabel domestik dan internasional, layanan pusat data, solusi berbasis AI, hingga penyediaan tenaga ahli teknologi informasi.

        "Kami ingin menjadi mitra solusi digital yang mampu mendukung transformasi bisnis pelanggan enterprise secara end-to-end melalui ekosistem yang saling terhubung," jelas dia.

        Layanan NewConnext dirancang untuk menjawab kebutuhan korporasi yang menginginkan solusi digital dalam satu pintu. Perseroan menyediakan berbagai layanan seperti konektivitas, infrastruktur teknologi informasi, data center, otomasi proses bisnis, hingga penyediaan tenaga profesional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan.

        Melalui ekspansi ini, INET melihat segmen korporasi sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap konektivitas, keamanan data, efisiensi operasional, serta pemanfaatan teknologi digital.

        Ke depan, Arif menambahkan, perseroan menargetkan NewConnext dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis dengan terus mengembangkan layanan digital yang relevan bagi pelanggan korporasi, sekaligus memperkuat posisi INET sebagai penyedia solusi infrastruktur dan transformasi digital di Indonesia.

        Baca Juga: Hashim Turun Tangan Urus Internet Rakyat, Resmi Jadi Komisaris WIFI

        Baca Juga: Laba Emiten Sawit Haji Isam PGUN Anjlok 46,72% pada Semester I-2026

        Baca Juga: 20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri

        Kinerja bisnis INET

        INET memperoleh pendapatan sebesar Rp383,60 mili di kuartal I-2026, naik 3.069% dari porsi pendapatan Rp12,10 miliar di kuartal I-2025. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp 337,61 miliar dari sebelumnya Rp 6,93 miliar.

        Pertumbuhan pendapatan ini mendorong laba bruto perseroan naik menjadi Rp45,99 miliar, tumbuh 789% dari Rp 5,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

        Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,66 miliar, melesat 791% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp1,53 miliar.

        Lonjakan laba bersih ini turut mengerek Laba Per Saham Dasar (EPS) perseroan menjadi Rp0,61 pada akhir Maret 2026, naik dari Rp0,20 pada akhir Maret 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: