Kredit Foto: Refly Harun Channel
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, menilai seluruh manuver politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini tidak bermakna alias kosong.
Menurut budayawan itu, akhir dari perjalanan politik Jokowi akan berujung pada “big zero” atau nol besar.
"Silakan terus melakukan tindakan-tindakan penuh kecemasan itu. Lakukan tindakan-tindakan frustrasi itu terus-menerus untuk membuktikan bahwa di ujung perjalanan di akhir semua tindakan itu semuanya adalah big zero," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (28/7).
"Seluruh tindakan Jokowi itu akan berakhir menjadi big zero. Bukan meaningful. Bukan meaningful. Itu meaninglessness. Meaninglessness secara apapun secara politik enggak dapat apa-apa," imbuhnya.
Seperti diketahui, manuver politik terbaru Jokowi adalah turun gunung melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia memulai rangkaian safari politik di Lampung pada akhir Juni 2026, bahkan tampil mengenakan atribut topi berlogo PSI.
Baca Juga: 'Sakit Jiwa' PSI Semprot Orang-orang yang Masih Ributkan Ijazah Jokowi
DPP PSI mengonfirmasi bahwa Jokowi dijadwalkan melanjutkan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli 2026. Agenda blusukan pasca-purnatugas ini direncanakan menyasar berbagai wilayah hingga tingkat kecamatan untuk menyapa relawan dan masyarakat.
Target utama langkah politik tersebut adalah memperkuat struktur dan basis suara PSI. Jokowi berkomitmen membantu partai yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep, agar mampu menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: