Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lo Kheng Hong Serok Lagi Saham Gajah Tunggal, Segini Dana yang Digelontorkan!

        Lo Kheng Hong Serok Lagi Saham Gajah Tunggal, Segini Dana yang Digelontorkan! Kredit Foto: Youtube
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah investasinya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Kali ini, dia membeli sebanyak 5,18 juta saham GJTL dengan harga Rp1.140 per saham.

        Dengan transaksi tersebut, Lo Kheng Hong diperkirakan menggelontorkan dana sekitar Rp5,91 miliar untuk meningkatkan kepemilikannya di emiten GJTL.

        Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), aksi pembelian tersebut membuat jumlah saham yang dimiliki investor dengan julukan "Warren Buffett Indonesia" ini meningkat dari 239.920.900 lembar menjadi 245.100.900 lembar. 

        "Seiring transaksi itu, porsi kepemilikannya juga naik dari 6,88% menjadi 7,03%," ujar Manajemen GJTL.

        Langkah Lo Kheng Hong menambah investasi di Gajah Tunggal sejalan dengan membaiknya kinerja keuangan produsen ban merek GT Radial dan IRC tersebut pada semester I-2026.

        Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp796,37 miliar, melonjak sekitar 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp450,5 miliar. Dengan laba per saham menjadi sebesar Rp229 pada akhir Juni 2026, dari posisi di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp129.

        Baca Juga: BEI Minta Klarifikasi DATA soal Transaksi Saham Protelindo, Ini Penjelasannya

        Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Masih Menanti Kepastian Gubernur BI Baru

        Baca Juga: 20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri

        Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp8,99 triliun, naik 5,5% dari Rp8,52 triliun pada semester I-2025. Sebagian besar pendapatan masih berasal dari penjualan produk ban yang menyumbang sekitar 96,6% dari total pendapatan sebelum eliminasi.

        Di sisi lain, Gajah Tunggal berhasil menjaga efisiensi operasional. Beban pokok penjualan meningkat 2,39% menjadi Rp7,09 triliun pada kuartal II-2026, lebih rendah dibandingkan Rp6,93 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

        Perseroan juga mencatat penurunan beban keuangan sebesar 19,48% menjadi Rp241 miliar. Selain itu, kontribusi dari entitas asosiasi berbalik positif dengan membukukan laba bersih Rp29,9 miliar, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya masih mencatatkan kerugian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: