Tarik 60 Brand dari 12 Negara, PRO AVL Indonesia 2026 Bidik Peluang Investasi di Industri Audio Visual
Kredit Foto: Istimewa
Pameran PRO AVL Indonesia 2026 menjadi ajang strategis untuk mendorong pertumbuhan industri audio, visual, lighting, dan musik di Tanah Air. Pameran internasional yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 itu mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara guna membuka peluang bisnis, kolaborasi, hingga investasi di sektor ekonomi kreatif.
Sebanyak 60 brand dari 12 negara ambil bagian dalam pameran ini, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Denmark, Swedia, Austria, China, Spanyol, dan Indonesia. Kehadiran para produsen, distributor, system integrator, penyedia teknologi, investor, hingga profesional industri diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri audio visual nasional.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan PRO AVL Indonesia 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi untuk menjawab perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat sekaligus meningkatkan daya saing industri audio visual Indonesia.
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Melalui PRO AVL Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan sebuah platform yang tidak hanya memperkenalkan teknologi dan solusi terbaru, tetapi juga membuka ruang bagi para pelaku industri untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun kemitraan yang produktif," ujar Daud.
Ia optimistis sinergi yang terbangun selama pameran mampu melahirkan peluang bisnis baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri audio, visual, lighting, dan musik di tingkat internasional.
Salah satu agenda utama pameran adalah program Business Matching yang mempertemukan produsen, distributor, importir, system integrator, investor, pembeli potensial, hingga pemilik proyek melalui pertemuan bisnis yang telah dijadwalkan.
Program tersebut diharapkan membuka kerja sama strategis sekaligus mendorong transaksi bisnis dan investasi di sektor audio visual dan lighting, baik di tingkat nasional maupun regional.
Ketua Umum Asosiasi Penggiat Peralatan Audio Video Musik Indonesia (APAVMI), Hendry Kaihatu, menilai industri peralatan audio, video, dan musik memiliki peran penting sebagai fondasi ekosistem musik nasional, meski selama ini kerap luput dari perhatian.
Menurutnya, industri musik tidak hanya bertumpu pada penyanyi atau musisi di atas panggung, tetapi juga melibatkan industri pertunjukan, produksi, rental, hingga manufaktur peralatan audio visual.
"Industri peralatan audio dan musik adalah suprastruktur dari ekosistem musik itu sendiri. Tanpa peralatan, akan sulit sebuah pertunjukan dapat berjalan. Teknologi yang dipamerkan di PRO AVL juga mendukung dunia pendidikan, periklanan, hiburan, hingga berbagai sektor kreatif lainnya," kata Hendry.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat industri tersebut agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
"APAVMI akan terus mendukung penyelenggaraan PRO AVL Indonesia. Mari bergandengan tangan menggelorakan industri musik Indonesia agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Koperasi. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi RI, Henny Navilah, menilai perkembangan industri audio visual dan ekonomi kreatif perlu diperkuat melalui model koperasi modern yang dapat mendukung pembiayaan, peningkatan kompetensi, hingga perluasan akses pasar.
"Kehadiran PRO AVL Indonesia Expo merupakan jawaban atas pesatnya perkembangan industri audio visual, hiburan, dan media digital di Indonesia, sekaligus menjadi panggung bagi inovasi teknologi dan talenta muda dari berbagai daerah," ujar Henny.
Ia bahkan mendorong agar ekosistem PRO AVL ke depan berkembang menjadi wadah koperasi bagi para pelaku industri audio visual.
Baca Juga: Wamen ESDM Dorong Riset Tutup Missing Link Industri, Impor Capai Rp3.590 Triliun
"Kami mendorong agar suatu saat PRO AVL Indonesia menjadi wadah koperasi. Koperasi dapat menjadi rumah bersama bagi teknisi, sound engineer, lighting engineer, videografer, animator, content creator, penyedia perangkat, hingga UMKM pendukung industri kreatif," katanya.
Selain pameran teknologi, PRO AVL Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk memperkuat ekosistem industri kreatif. Di antaranya Grand Final SING OUT LOUD 2026 yang mempertemukan 49 finalis terbaik dari lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah, Drum Competition 2026, panggung akustik Learn, Play & Perform, hingga seminar mengenai pemberlakuan dan pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Audio Video yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian RI bersama APAVMI.
Penyelenggara juga menyediakan layanan Free Shuttle Bus bekerja sama dengan Royaltrans dan Big Bird dari enam titik keberangkatan menuju lokasi pameran di NICE PIK 2 guna mempermudah akses pengunjung selama penyelenggaraan acara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: