Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ISSP Andalkan Unit 7 Gresik untuk Garap Proyek Migas, Optimistis Semester II 2026 Lebih Kuat

ISSP Andalkan Unit 7 Gresik untuk Garap Proyek Migas, Optimistis Semester II 2026 Lebih Kuat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menyiapkan kapasitas produksi di Unit 7 Gresik untuk menangkap peluang proyek minyak dan gas (migas) nasional. Perseroan melihat prospek bisnis semester II-2026 lebih menjanjikan dibandingkan semester I, seiring sejumlah proyek migas mulai memasuki tahap tender.

Wakil Direktur Utama ISSP Tedja Sukmana Hudianto mengatakan perseroan selama ini telah mengikuti sejumlah proyek migas, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas. Hal tersebut menjadi salah satu alasan ISSP berinvestasi di Unit 7.

"Untuk proyek-proyek migas kita sudah ikut dengan adanya keterbatasan. Oleh karena itu kami investasi di Unit 7," ujar Tedja dalam konferensi pers Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).

Menurut Tedja, pengembangan Unit 7 juga dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pipa dalam mendukung program ketahanan energi pemerintah. ISSP melihat kebijakan pemerintah di sektor energi berpotensi membuka peluang baru bagi produsen pipa baja.

"Salah satunya, kami melihat ada satu potensi yang cukup besar. Kami melihat presiden kita cukup baik dalam ketahanan energi itu sudah antisipasi di Unit 7 yang akan mensupport ketahanan energi dari program Pak Prabowo," kata Tedja.

Dari sisi operasional, warehouse dan lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci di Unit 7 Gresik telah beroperasi. Sementara itu, mesin untuk lini produksi pipa hingga 20 inci masih dalam proses pengiriman. Penambahan lini tersebut diharapkan memperluas kemampuan ISSP menggarap produk bernilai tambah dengan margin lebih tinggi.

Perseroan juga telah menyiapkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi kebutuhan proyek migas yang diperkirakan mulai memberikan kontribusi lebih besar pada kuartal IV-2026. Tedja mengatakan sejumlah proyek, termasuk pengembangan sumur migas, telah memasuki tahap tender.

"Kita melihat banyak sekali sumur-sumur yang sudah ditenderkan. Kita melihat itu. Kita juga sudah mempersiapkan pipa-pipa kita yang bisa berproduksi sesuai ekspektasi yang diisyaratkan di kuartal keempat ini," ujarnya.

Baca Juga: ISSP Catat Pendapatan Rp2,84 Triliun pada Semester I-2026

Baca Juga: SSIA Siapkan Capex Rp2,2 Triliun pada 2026, Fokus ke Subang Smartpolitan

Baca Juga: SSIA Bidik Penjualan 10 Hektare Lahan Data Center di Karawang

Optimisme tersebut turut ditopang kinerja semester I-2026. ISSP membukukan pendapatan Rp2,84 triliun, tumbuh 8,5% secara tahunan, sedangkan laba bersih naik 12,7% menjadi Rp240,5 miliar. Margin laba kotor juga meningkat menjadi 21,1%.

Dengan masih banyaknya proyek dalam pipeline, baik yang berjalan maupun memasuki tahap tender, manajemen optimistis kinerja semester II-2026 akan lebih baik dibandingkan semester I.

"Proyek-proyeknya masih cukup banyak. Dari kami sangat optimis sekali untuk second half ini akan jauh lebih baik daripada semester I," pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan