Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elektabilitas Kalahkan Prabowo, Kini Tercium Bau Dedi Mulyadi Akan Berpaling ke Orang Dekat Jokowi

        Elektabilitas Kalahkan Prabowo, Kini Tercium Bau Dedi Mulyadi Akan Berpaling ke Orang Dekat Jokowi Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang tinggi dalam sejumlah survei nasional tidak hanya dinilai mengubah peta persaingan politik menuju pilpres mendatang, tetapi juga memunculkan spekulasi mengenai arah langkah politik sosok tersebut. Salah satunya ia bisa menjadi lawan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

        Pengamat Politik Tony Rosyid menilai muncul berbagai rumor yang patut dicermati setelah dua lembaga survei menempatkan sosok tersebut di atas pemimpin partainya dalam simulasi calon presiden.

        Baca Juga: Bocoran Prabowo Soal Pengganti Perry Warjiyo di Bank Indonesia (BI): Dia Kayaknya Gimana? Oke Gak?

        "Pertanyaan di atas penting diajukan untuk membaca skenario apa yang sedang dimainkan dan ke mana arah serta targetnya. Pertanyaan ini merupakan upaya menelusuri strategi politik yang sedang digodok di panggung belakang," ujarnya.

        SMRC 5–19 Juli 2026, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 35 persen, jauh di atas Prabowo yang berada di angka 14,5 persen. Sementara Indikator Politik Indonesia 14–24 Juli 2026, Dedi Mulyadi mencatatkan elektabilitas sebesar 32,4 persen. Sedangkan Prabowo memperoleh 18,8 persen.

        Tony menilai hasil tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dinamika politik yang sedang berkembang di belakang layar, khususnya terkait Dedi. Ia mengatakan, berbagai spekulasi muncul karena politikus merupakan kader dari Gerindra. Namun belakangan beredar rumor mengenai hubungannya dengan sejumlah elite partai tengah goyah.

        "Kedua survei menunjukkan bahwa elektabilitas dia berada di posisi teratas. Kinerja Dedi Mulyadi seorang diri? atau ada tokoh besar yang sedang memainkannya? Rumornya Dedi Mulyadi mulai berseteru dengan elite di Gerindra," kata Tony.

        Lebih jauh, Tony tidak menutup kemungkinan adanya perubahan arah politik dari Dedi Mulyadi. Ia menyinggung peluang politikus itu kembali ke Partai Golkar. Apalagi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dikenal sebagai salah satu tokoh yang dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

        "Jika info ini valid, tentu bukan sebuah kebetulan," ujarnya.

        Meski demikian, Tony menegaskan bahwa seluruh kemungkinan tersebut masih sebatas pembacaan terhadap dinamika politik yang berkembang berdasarkan hasil survei dan rumor yang beredar. Ia juga mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah kondisi yang bersifat permanen karena sangat mungkin berubah seiring perkembangan situasi politik dan kinerja para tokoh.

        Baca Juga: Strategi Dakwaan Baru Jokowi Sudah Dibongkar Tim Dokter Tifa: Nampaknya Ada Satu Skenario Mirip...

        Namun, Tony menegaskan apabila tren elektabilitas terus bergerak ke arah yang sama, maka peta koalisi dan arah dukungan elite politik menjelang kontestasi nasional diperkirakan ikut mengalami perubahan yang signifikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: