Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Grammy Awards Dianggap Tak Untungkan Musisi Asia, BTS Protes dan Tak Akan Tampil Tahun Depan

        Grammy Awards Dianggap Tak Untungkan Musisi Asia, BTS Protes dan Tak Akan Tampil Tahun Depan Kredit Foto: Kpop Profiles
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keputusan grup idola K-pop BTS untuk tidak mengajukan karya musik mereka ke Grammy Awards berikutnya memicu sorotan luas. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan baru Recording Academy yang menghadirkan kategori khusus musik pop Asia, yang justru menuai kritik karena dianggap memisahkan musisi berdasarkan bahasa dan wilayah.

        Ketujuh anggota BTS, yakni RM, Jin, Suga, j-hope, Jimin, V, dan Jungkook, menyampaikan keputusan itu melalui media sosial. Mereka berharap karya musik dapat "didengar dan dicintai apa adanya, bukan dikategorikan berdasarkan wilayah atau bahasa".

        Menurut laporan Yonhap, keputusan BTS secara luas dipandang sebagai respons atas pengumuman Recording Academy yang akan memperkenalkan lima kategori baru pada Grammy Awards, termasuk Best Asian Pop Music Performance.

        Kategori tersebut dirancang untuk memberikan penghargaan kepada karya pop kontemporer yang berasal dari atau dikenal luas di pasar Asia. Musik berbahasa Asia seperti K-pop, J-pop, dan C-pop akan dinilai dalam kategori tersebut.

        Namun, kebijakan itu justru memicu gelombang kritik dari penggemar dan pengamat industri musik. Mereka menilai kategori baru tersebut sebagai bentuk "segregasi musik" yang berpotensi mengurangi kesempatan artis Asia bersaing di kategori-kategori utama Grammy atau General Fields.

        Perdebatan semakin menguat karena BTS sebelumnya telah tiga kali berturut-turut masuk nominasi Best Pop Duo/Group Performance pada 2021 hingga 2023, tetapi belum pernah membawa pulang penghargaan.

        Situasi tersebut selama ini juga memunculkan kritik bahwa Grammy belum sepenuhnya memberikan pengakuan terhadap musisi yang berkarya dalam bahasa selain bahasa Inggris, meski K-pop telah meraih kesuksesan komersial secara global.

        Grammy Awards ke-69 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027.

        Menanggapi keputusan BTS, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengaku sedih, tetapi menghormati sikap grup tersebut.

        "Saya sedih mendengar bahwa BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy Awards tahun ini, tetapi sebagai pencipta musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," ujar Mason Jr., seperti dikutip The Hollywood Reporter.

        Mason juga memberikan klarifikasi mengenai tujuan dibentuknya kategori Best Asian Pop Music Performance. Menurutnya, kategori tersebut dibuat untuk merayakan perkembangan dan keragaman musik pop Asia, bukan untuk memisahkan artis berdasarkan asal atau bahasa.

        Ia menegaskan keberadaan kategori genre tidak menghalangi artis Asia untuk tetap mengajukan karya mereka ke kategori umum Grammy.

        Baca Juga: Industri Kecantikan Indonesia Kian Kompetitif, Pertumbuhan Produk Lokal Capai 55 Persen

        Menurut Mason, kategori baru itu bertujuan memperluas cakupan pengakuan dari sekitar 15.000 pemilih Grammy, bukan membatasi peluang artis tertentu.

        "Kami akan terus mendengarkan komunitas musik global dan berupaya menghormati serta merayakan semua artis yang musiknya menggerakkan dunia, tanpa memandang letak geografis atau bahasa," katanya.

        BTS juga bukan menjadi artis pertama yang memilih tidak mengikuti proses Grammy. Sebelumnya, sejumlah musisi seperti The Weeknd, Drake, dan Morgan Wallen juga pernah memutuskan tidak mendaftarkan karya mereka dalam ajang penghargaan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: