Presiden Korsel Minta Prabowo Buka Dialog dengan Korea Utara, Responsnya Jadi Sorotan
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ternyata pernah meminta Presiden Prabowo Subianto membantu membuka dialog dengan Korea Utara. Permintaan itu diungkap langsung Prabowo saat berbicara mengenai peran Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.
Prabowo mengatakan, permintaan tersebut disampaikan Lee Jae Myung ketika dirinya melakukan kunjungan ke Seoul. Presiden Korea Selatan itu berharap Indonesia dapat berperan sebagai jembatan komunikasi dengan Korea Utara.
"Saya terakhir di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korsel minta kepada saya, 'bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara, untuk membuka semacam dialog'," ujar Prabowo saat mengumpulkan Kadin dan asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Mendapat permintaan tersebut, Prabowo mengaku tidak ragu memberikan jawaban. Ia bahkan menyatakan kesiapannya apabila diminta secara resmi untuk menjalankan misi diplomatik tersebut.
"Oh saya bilang, 'dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'," ucapnya.
Prabowo menilai kepercayaan yang diberikan Korea Selatan tidak lepas dari posisi Indonesia yang selama ini menjaga hubungan baik dengan berbagai negara tanpa mencampuri urusan dalam negeri mereka.
Menurutnya, Indonesia menghormati seluruh kekuatan dunia, baik Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, hingga Australia. Pendekatan tersebut menjadi prinsip utama dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia.
"Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis. Tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Pengurus Kadin Se-Indonesia di Istana, Ini yang Dibahas
Ia menegaskan, sikap netral dan terbuka itulah yang membuat Indonesia diterima oleh banyak negara. Karena tidak memiliki kepentingan untuk ikut campur dalam persoalan domestik negara lain, Indonesia dinilai mampu menjadi mitra dialog yang dipercaya.
"Ini yang juga membuat kita bisa diterima di mana-mana. Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur urusan dalam negeri manapun. Itu yang kita pegang teguh," ujarnya.
Prabowo menambahkan, pendekatan serupa juga diterapkan Indonesia dalam menyikapi konflik di Myanmar. Menurutnya, sikap tersebut membuat Indonesia dapat menjalin komunikasi dengan hampir seluruh pihak yang terlibat.
"Di Myanmar pun kita pegang teguh itu, kita bisa diterima oleh hampir semua pihak," tutur Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama