Kredit Foto: Ist
Setelah Surabaya, kini giliran Jakarta yang menyaksikan pemasangan pagar di sejumlah mal milik Pakuwon Group. Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan menjadi salah satunya.
Langkah ini sempat memicu spekulasi di media sosial, dengan dugaan bahwa pagar dipasang untuk mengantisipasi demonstrasi besar yang disebut-sebut akan terjadi pada Agustus.
Isu tersebut langsung ditepis oleh pihak pengelola mal dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menegaskan bahwa pagar dipasang semata-mata untuk menjaga ketertiban dan keamanan, bukan karena isu demonstrasi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai pemasangan pagar mencerminkan kekhawatiran pengelola. Meski bisa memahami alasan itu, ia menilai sikap tersebut berlebihan. Pramono bahkan berjanji akan meminta pagar dilepas,
"Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono di Blok M Hub, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (2/8).
Pramono mengaitkan kekhawatiran itu dengan kerusuhan demonstrasi Agustus 2025, tetapi ia yakin kejadian serupa tidak akan terulang.
"Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan enggak. Saya yakin enggak, saya yakin enggak," kata dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan belum ada informasi terkait rencana demonstrasi besar pada Agustus 2026.
Baca Juga: Hasan Nasbi soal Pagar Tinggi di Mal Jakarta: Jangan Berspekulasi
Meski begitu, aparat tetap melakukan langkah antisipasi dengan memantau media sosial dan berkoordinasi dengan intelijen untuk menjaga situasi tetap terkendali.
“Kami juga akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait tentang situasi terkini. Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan,” jelas Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya