BGN Hentikan Sementara SPPG Karangturi usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG
Kredit Foto: Dokumentasi resmi BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi di Semarang, Jawa Tengah, dihentikan sementara setelah ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat program MBG.
Sudaryono mengatakan BGN juga memberikan sanksi administratif kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan tersebut. Sanksi berupa surat peringatan diberikan kepada mitra penyelenggara hingga jajaran koordinator terkait.
"SPPG kita beri surat peringatan. Ini kan ada mitra, yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi, termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono usai menjenguk korban di Semarang, dikutip Minggu (2/8/2026).
Ia mengaku datang langsung ke Semarang untuk memastikan kondisi para korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan laporan yang diterimanya, lebih dari 700 orang terdampak dalam insiden tersebut.
"Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (31/7/2026). Korban terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang.
Baca Juga: BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar Uang Negara dari Temuan Rekening Dapur SPPG Bermasalah
Mayoritas korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare. Sebagian besar menjalani perawatan jalan, sementara 13 orang mendapatkan penanganan di rumah sakit maupun puskesmas.
BGN menegaskan proses investigasi masih terus berlangsung. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan tersebut sehingga langkah penanganan selanjutnya dapat ditentukan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: