Kredit Foto: Istimewa
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan lonjakan laba bersih pada semester I-2026 seiring meningkatnya pendapatan dan kontribusi yang lebih besar dari entitas asosiasi serta ventura bersama. Emiten tambang batu bara tersebut mencatatkan laba bersih sebesar US$58,85 juta atau sekitar Rp1,06 triliun, melonjak 188,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$20,40 juta.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8/2026), pendapatan perseroan naik menjadi US$866,75 juta dari US$677,93 juta pada semester I-2025.
Kenaikan pendapatan tersebut mampu mengimbangi peningkatan beban pokok pendapatan dan beban usaha yang sejalan dengan bertambahnya aktivitas operasional perusahaan.
BUMI juga membukukan laba sebelum pajak sebesar US$104,32 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar US$51,52 juta.
Selain ditopang pertumbuhan pendapatan, perbaikan kinerja juga didukung peningkatan kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama. Penghasilan dari pos tersebut melonjak menjadi US$43,85 juta, dari US$15,85 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Meski mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, arus kas operasional perseroan masih mengalami tekanan.
BUMI membukukan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar US$64,83 juta, meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan arus kas keluar sebesar US$8,84 juta pada semester I-2025.
Tekanan tersebut terjadi meskipun penerimaan kas dari pelanggan meningkat. Arus kas operasi tergerus oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok, karyawan, pemerintah, beban bunga, biaya keuangan, serta kewajiban perpajakan.
Dari sisi investasi, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat menjadi US$95,92 juta, dibandingkan US$18,45 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Laba Bersih PGE Naik 15,48% pada Semester I-2026, Produksi Panas Bumi Tembus 2.745 GWh
Baca Juga: VKTR Genjot Integrasi Bisnis Kendaraan Listrik Lewat Bakrie Autoparts
Baca Juga: ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian
Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan melonjak menjadi US$226,14 juta, naik dari US$49,29 juta, terutama ditopang oleh peningkatan penerimaan dari pinjaman dan penerbitan obligasi.
Pada sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 9,03% menjadi US$4,59 miliar hingga akhir Juni 2026, dari US$4,21 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas tercatat sebesar US$1,64 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai US$2,95 miliar. Adapun posisi kas dan setara kas pada akhir semester I-2026 berada di level US$179,68 juta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: