- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kendaraan EV LFP Gempur Pasar RI, Bahlil Sebut Baterai Nikel Masih Unggul
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut baterai kendaraan listrik berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) memiliki keunggulan dibandingkan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP), terutama untuk kebutuhan kendaraan dengan jarak tempuh panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya penggunaan baterai LFP pada sejumlah kendaraan listrik yang masuk ke pasar Indonesia.
Bahlil menegaskan, Indonesia tetap memiliki alasan kuat untuk mengembangkan industri baterai NMC karena ekosistem bahan bakunya tersedia di dalam negeri, terutama dari komoditas nikel yang menjadi salah satu sumber daya strategis nasional.
"Gini, kalau yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya. Tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten. Jadi kalian jangan terprovokasi," ungkap Bahlil di press room Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Bahlil juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk mendorong penggunaan baterai NMC dalam negeri, termasuk kemungkinan pemberian insentif bagi kendaraan listrik yang menggunakan teknologi tersebut.
Baca Juga: Kemenperin Soal Pajak Kendaraan Listrik DKI: Jangan Memberatkan Industri
Baca Juga: Pabrik Baterai US$5,9 Miliar di Karawang Bakal Diresmikan Prabowo
"Kalau barang bagus mana ada yang murah? Dan saya ingin untuk ekosistem baterai mobil kita itu ada semua di Indonesia ... (Pakai NMC?) Lho iyalah, kok LFP kok tidak ada bahan bakunya kok," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: