Kredit Foto: Freepik/VecMes
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan produksi bijih nikel sebesar 7,78 juta wet metric ton (wmt) pada semester I-2026, turun sekitar 14% dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9,10 juta wmt.
Penjualan bijih nikel juga turun menjadi 6,77 juta wmt dari 8,20 juta wmt pada semester I-2025.
Berdasarkan laporan kuartalan yang dirilis perseroan, seluruh penjualan bijih nikel pada enam bulan pertama 2026 dipasarkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pabrik feronikel ANTAM maupun sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel nasional.
Meski produksi dan penjualan bijih nikel menurun, ANTAM mencatat peningkatan pada bisnis feronikel. Produksi feronikel mencapai 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi), sedangkan penjualan naik 32% secara tahunan menjadi 7.605 TNi. Seluruh volume penjualan feronikel tersebut diserap pasar ekspor.
Pada komoditas bauksit, ANTAM membukukan produksi 1,28 juta wmt dengan penjualan 1,26 juta wmt, sementara produksi chemical grade alumina mencapai 100.257 ton dan penjualannya 100.437 ton pada semester I-2026.
Sementara itu, produksi emas dari tambang tercatat 433 kilogram atau 13.921 troy ounce, dengan volume penjualan emas mencapai 18.080 kilogram atau 581.286 troy ounce sepanjang semester I-2026.
Baca Juga: Penjualan Emas ANTAM Capai 18.080 Kg di Semester I-2026
Baca Juga: ICBP Kena Hantaman Kurs, Laba Bersih Semester I 2026 Turun 33%
Perseroan menyatakan kinerja operasional didukung penerapan operational excellence, optimalisasi kapasitas produksi, serta strategi pemasaran untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: