Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melaporkan update terkait proyek pabrik manufaktur logam mulia di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, yang direncanakan bisa segera beroperasi untuk mencetak jutaan ton produk emas pada 2028.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira menyampaikan pengembangan ini bakal memperkuat posisi logam mulia Antam yang saat ini memiliki pangsa pasar sekitar 60%.
"Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas sekitar 30 ton emas per tahun atau hingga 5 juta keping produk dengan kadar 99,99%," kata dia dacara Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Pembangunan pabrik emas di Gresik ini pun dipercaya bakal mendongkrak kapasitas produksi emas perseroan dalam memenuhi permintaan pasar domestik.
"Proyek strategis ini berada dalam tahap prekonstruksi dan ditargetkan beroperasi komersial pada 2028 untuk memperkuat kapasitas produksi serta mendukung ekspansi bisnis logam mulia antam ke depan," jelas dia.
Kinerja Keuangan Antam Semester I-2026
Adapun pembangunan pabrik pengolahan logam mulia tersebut bakal turut memperkuat keuangan ANTM, yang sukses membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,91 triliun pada semester I-2026.
"Capaian tersebut tumbuh 34,4% secara tahunan dibandingkan Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ungkap dia.
Kenaikan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan perseroan. Antam mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp62,71 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 6,3% dari Rp59,02 triliun pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, laba bruto Antam naik menjadi Rp10,85 triliun, dari Rp8,24 triliun pada semester I-2025. Laba usaha tercatat Rp8,44 triliun, meningkat dibandingkan Rp6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan kemudian membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp9 triliun, naik dari Rp6,53 triliun pada semester I-2025. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp265,85 per saham, dari Rp195,43 per saham.
Baca Juga: Beban Keuangan ANTAM Melonjak 757% pada Semester I 2026
Baca Juga: Laba ANTAM Rp6,9 Triliun di Semester I 2026, Arus Kas Operasi Negatif Rp751 Miliar
Baca Juga: ANTAM Buka 14 Posisi Lewat ANTAM IMPACT, Lowongan Kerja untuk D4 hingga S2
Seiring kenaikan laba, ANTM mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp751,86 miliar sepanjang semester I-2026. Posisi tersebut berbalik dibandingkan semester I-2025, ketika perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp2,27 triliun.
Dalam enam bulan pertama 2026, penerimaan kas Antam dari pelanggan tercatat Rp61,84 triliun. Di sisi lain, pembayaran kepada pemasok mencapai Rp57,38 triliun.
Perubahan arus kas operasi berlangsung ketika nilai persediaan meningkat. Persediaan Antam mencapai Rp14,69 triliun per 30 Juni 2026, naik dari Rp7,73 triliun pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, nilai persediaan bertambah Rp6,96 triliun atau sekitar 90% dalam enam bulan.
Meski arus kas operasi tercatat negatif, posisi kas dan setara kas Antam pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi Rp9,23 triliun, dibandingkan Rp8,43 triliun pada akhir 2025. Posisi kas sekitar Rp9,2 triliun juga tercermin dalam laporan kinerja semester I-2026 yang diberitakan media pasar modal.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan