Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PHK Massal PT Namnam Viral, Dedi Mulyadi Sebut Industri Garmen Memang Rentan Tutup

        PHK Massal PT Namnam Viral, Dedi Mulyadi Sebut Industri Garmen Memang Rentan Tutup Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 178 buruh PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi. Menurutnya, industri garmen memang memiliki karakter yang mudah berpindah ketika biaya produksi tidak lagi kompetitif.

        Pernyataan itu disampaikan Dedi setelah kabar penghentian produksi PT Namnam Fashion Industries dan PHK massal terhadap para pekerjanya ramai menjadi perbincangan di media sosial.

        Dalam video yang beredar, para buruh terlihat menangis dan saling berpelukan usai menerima kabar kehilangan pekerjaan. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, sebanyak 178 pekerja terdampak penghentian produksi perusahaan tersebut.

        "Garmen itu selalu problem. Sektornya biasanya padat karya. Perusahaan-perusahaan padat karya memang secara umum begitu," ujar Dedi saat ditemui di Kantor BPSDM Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

        Dedi menjelaskan perusahaan garmen yang telah mencapai titik impas atau break-even point (BEP) umumnya akan mempertimbangkan memindahkan operasional ke daerah dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Menurutnya, pola tersebut sudah banyak terjadi di berbagai wilayah.

        "Kalau dia sudah break-even point, kemudian ada tempat lain yang tenaga kerjanya lebih murah, biasanya pindah. Itu sudah terjadi di mana-mana," kata Dedi.

        Ia menilai karakter industri padat karya berbeda dengan industri padat modal yang cenderung berinvestasi untuk jangka panjang. Karena itu, perusahaan garmen dinilai lebih fleksibel memindahkan lokasi produksi.

        "Jadi, mereka tidak membuat perusahaan ini permanen seperti industri padat modal. Kalau memang ada industri padat karya sektor garmen, ya harus berhati-hati bahwa dalam siklus sekian puluh tahun, dia pasti menutup," sebut Dedi.

        Baca Juga: Ngonten Tiap Hari, KDM Libas Prabowo di Survei SMRC

        Meski demikian, Dedi menegaskan pemerintah harus memastikan para pekerja yang terkena PHK memiliki akses terhadap lapangan kerja baru. Ia menyebut kawasan industri di Jawa Barat terus berkembang dan masih membuka peluang kerja bagi para pencari kerja.

        "Lapangan kerja baru juga banyak hari ini. Banyak sekali lapangan kerja terbuka di Jawa Barat. Hari ini industri-industri mulai tumbuh, kawasan industri mulai tumbuh," paparnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: