Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan, kali ini terkait bahan pangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jutaan penerima manfaat. Di tengah munculnya pertanyaan publik, Perum Bulog memastikan tidak ada komoditas bersubsidi yang dipakai dalam program tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan seluruh beras yang disalurkan untuk MBG merupakan beras premium, bukan beras subsidi maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Tidak ada. Beras yang kami berikan untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG," kata Rizal kepada wartawan di Kantor Bulog, Jakarta Selatan.
Tak hanya beras, Rizal mengatakan ketentuan tersebut juga berlaku untuk komoditas lain yang dipasok Bulog, termasuk minyak goreng.
Baca Juga: Baru 6 Bulan, Program MBG Prioritas Prabowo Sudah Habiskan Rp101,1 Triliun APBN
"Termasuk Minyakita, jadi yang kita berikan kepada program MBG semuanya premium," ujar Rizal.
Ia menjelaskan Bulog hanya menjalankan peran sebagai operator pelaksana kebijakan pemerintah. Karena itu, seluruh komoditas pangan yang disalurkan untuk MBG harus mengikuti spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono juga telah menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dilarang menggunakan bahan pangan bersubsidi dalam proses penyediaan makanan.
Menurut Sudaryono, larangan tersebut mencakup penggunaan minyak goreng Minyakita, LPG 3 kilogram atau gas melon, hingga beras SPHP. Ia menegaskan seluruh komoditas bersubsidi harus tetap diprioritaskan bagi masyarakat yang memang berhak menerima manfaatnya.
"Tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilogram, dan tidak boleh memakai beras SPHP. Tidak boleh. Itu dilarang," ucap Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri