AS Dikabarkan Kehabisan 80 Persen Rudal, Jadi Alasan Trump Tunda Serangan ke Iran?
Kredit Foto: United States Department of War
Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menghabiskan hampir 80 persen persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Menipisnya stok amunisi itu disebut menjadi salah satu alasan Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan balasan berskala besar terhadap Iran.
Laporan tersebut diungkap CNN, Selasa (4/8/2026), berdasarkan keterangan sejumlah pejabat yang mengetahui pembahasan internal di pemerintahan AS. Persediaan rudal yang menurun dinilai memengaruhi pertimbangan strategis Washington di tengah meningkatnya ketegangan dengan Teheran.
Seorang pejabat senior AS mengatakan Trump sempat menyetujui rencana operasi lanjutan pada Jumat (31/7/2026). Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan disebut telah menerima lampu hijau untuk mempersiapkan pelaksanaannya.
Namun, keputusan itu berubah sehari kemudian setelah Trump berkomunikasi dengan para sekutu di kawasan Timur Tengah. Negara-negara Teluk menyampaikan kekhawatiran bahwa serangan baru terhadap Iran dapat memicu aksi balasan yang menyasar infrastruktur energi mereka.
Trump akhirnya memutuskan menunda operasi pada Sabtu (1/8/2026). Meski demikian, opsi serangan militer terhadap Iran disebut tetap berada di atas meja.
Selain tekanan dari sekutu, keputusan tersebut juga dipengaruhi kekhawatiran mengenai potensi korban sipil dalam jumlah besar di Iran. Pertimbangan lain datang dari masukan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dalam pertemuan di Gedung Putih pada akhir Juli.
Sejumlah negara Teluk juga mengingatkan bahwa berkurangnya persediaan rudal pencegat dapat melemahkan kemampuan pertahanan udara mereka. Kondisi itu dinilai berisiko jika Iran melancarkan serangan rudal maupun drone dalam skala besar.
"Ketiadaan rudal pencegat berarti serangan konvensional dapat berbalik merugikan jika drone bunuh diri mulai lolos secara massal," ujar salah satu sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Baca Juga: Stok Rudal Terkuras, Amerika Serikat Jadi Sasaran Empuk China Gegara Perang Iran
"Aksi saling balas tidak akan pernah menyelesaikan ini," lanjut sumber itu.
Berdasarkan estimasi Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebelum konflik dengan Iran memanas, Amerika Serikat memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dan 452 rudal THAAD. Namun, laporan terbaru menyebut berbagai jenis amunisi pertahanan udara AS kini mengalami penurunan signifikan setelah digunakan dalam rangkaian operasi militer.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: