Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OCBC Dorong Ekonomi Sirkular, 50 UKM Diajak Ciptakan Produk Upcycle

        OCBC Dorong Ekonomi Sirkular, 50 UKM Diajak Ciptakan Produk Upcycle Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menggandeng 50 usaha kecil dan menengah (UKM) dalam program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle) untuk mengembangkan produk berbasis upcyclingsekaligus menargetkan penanaman sekitar 20.000 pohon mangrove setiap tahun sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

        Program yang diperkenalkan dalam Upcydea Festival 2026 tersebut melibatkan 25 pelaku usaha kuliner dan 25 pelaku usaha fesyen serta kriya. Para peserta akan mengolah seragam batik bekas milik OCBC menjadi berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang memiliki nilai ekonomi.

        Hasil penjualan produk tersebut akan digunakan untuk membeli bibit mangrove yang selanjutnya ditanam di berbagai wilayah Indonesia.

        Brand & Communication Head OCBC Aleta Hanafi mengatakan program RISE dirancang untuk mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui langkah-langkah yang sederhana dan mudah dilakukan.

        "Melalui RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten," ujar Aleta dalam konferensi pers Upcydea Festival 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

        OCBC menargetkan penanaman sekitar 20.000 pohon mangrove setiap tahun di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Batam, Pulau Jawa, Bali, hingga Makassar.

        Aleta mengatakan target tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan perusahaan.

        "Kalau ditanya target kita tahunan, kita ada tiap tahun 20 ribu mangrove yang kita tanam. Jadi ini hanya sebagian kecil dari 20 ribu itu. Dan kita tanam di seluruh Indonesia," katanya.

        Menurutnya, program penanaman mangrove tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan agar manfaat lingkungan yang dihasilkan dapat berkelanjutan.

        "Kita tidak cuma menanam mangrove di satu tempat, tapi juga maintenance. Komitmen ini kita lakukan dari tahun 2024, 2025, sampai 2026, bahkan tahun depan pun sama," ujarnya.

        Selain mendorong dampak lingkungan, program tersebut juga diharapkan membuka peluang bisnis baru bagi UKM melalui pengembangan produk berbasis ekonomi sirkular.

        OCBC mencatat pada 2025 perusahaan berhasil mengolah kembali (upcycle) 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk yang menghasilkan penjualan senilai Rp43,7 juta. Seluruh hasil penjualan tersebut didonasikan untuk mendukung penanaman 2.185 pohon mangrove.

        Program RISE juga hadir di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu keberlanjutan. Berdasarkan survei Voice of the Consumer 2025 yang dilakukan PwC, sebanyak 62% responden di Indonesia mengaku khawatir terhadap perubahan iklim. Namun, sebagian besar menyatakan isu tersebut belum menjadi pertimbangan utama dalam aktivitas sehari-hari.

        Untuk memperkuat inovasi produk, OCBC menggandeng desainer Billy Tjong dan Women's Entrepreneurship AdvocatePetty S. Fatimah sebagai mentor bagi para pelaku UKM.

        Billy mengatakan praktik keberlanjutan dapat menjadi sumber inovasi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha.

        "Bagi saya, sustainability adalah innovation. Ketika kita mampu melihat keterbatasan sebagai peluang, justru di situlah lahir ide, material, dan produk baru yang memiliki nilai ekonomi," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: