Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik empat pejabat di lingkungan Kementerian ESDM. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pejabat pertama yang dilantik adalah Lana Saria sebagai Kepala Badan Geologi. Sebelumnya, Lana menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi.
“Yang pertama, kita melantik Kepala Badan Geologi karena menurut kami Badan Geologi sangat penting. Di sanalah sumber awal data mengenai kekayaan sumber daya alam kita, baik di sektor mineral dan batubara maupun minyak dan gas bumi,” jelas Bahlil.
Pejabat kedua adalah Tirta Nugraha Mursitama yang dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM.
Bahlil mengatakan keberadaan staf ahli penting untuk memastikan arah kebijakan Kementerian ESDM dikaji dengan baik, termasuk dampak ekonominya secara langsung terhadap masyarakat.
Pejabat ketiga yang dilantik adalah Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas.
“Yang ketiga, saya melantik Saudara Ikhsan sebagai Kepala Lemigas. Kita mengetahui bahwa Lemigas mendapat mandat dari pemerintah, berdasarkan arahan Bapak Presiden, untuk melakukan pengadaan minyak mentah maupun LPG bagi kepentingan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Mawardi Nur dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Baca Juga: Bahlil Lantik Mawardi Nur Jadi Kepala BPMA Gantikan Nasri Djalal
Baca Juga: Instruksi Kilat Prabowo, Bahlil dan PLN Dikejar Deadline Atasi Listrik Kalimantan
Bahlil menjelaskan bahwa BPMA memiliki fungsi yang serupa dengan SKK Migas dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu migas di Aceh. Keberadaan lembaga tersebut berkaitan dengan status Aceh sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus.
Bahlil meminta Mawardi meningkatkan lifting migas di wilayah Andaman serta mengoptimalkan potensi blok-blok migas yang berada di wilayah Aceh.
“Tingkatkan lifting di Andaman dan optimalkan seluruh blok minyak yang ada di wilayah Aceh,” tutup Bahlil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra