Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        UMKM Jabar Digenjot Kuasai AI, Siap Bersaing di Pasar Digital

        UMKM Jabar Digenjot Kuasai AI, Siap Bersaing di Pasar Digital Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Bandung – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan affiliate marketing berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

        Program ini membekali pelaku UMKM dengan strategi pemasaran digital yang relevan untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengandalkan platform digital dalam mencari informasi hingga bertransaksi.

        Ketua Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengatakan pelaku UMKM harus segera menguasai AI karena perubahan perilaku konsumen telah mengubah cara bisnis dijalankan. Menurutnya, teknologi AI mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efektivitas pemasaran, mempercepat pembuatan konten, hingga menganalisis kebutuhan pasar secara lebih akurat.

        "Yang bisa kita lakukan sekarang adalah terus meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan teknologi. AI harus menjadi alat yang membantu UMKM membaca kebutuhan pasar dan memperkuat pemasaran digital," ujar Noneng, Rabu (5/8/2026).

        Noneng menjelaskan pandemi Covid-19 telah mengubah pola belanja masyarakat. Banyak konsumen kini datang ke pusat perbelanjaan hanya untuk melihat atau mencoba produk, tetapi menyelesaikan transaksi melalui marketplace dan berbagai platform digital. Kondisi tersebut menuntut pelaku UMKM tidak lagi hanya mengandalkan toko fisik, melainkan memperkuat kehadiran digital agar tetap mampu bersaing.

        Ia menegaskan transformasi digital tidak memiliki jalan mundur. Menurutnya, AI dapat membantu pelaku usaha menyusun deskripsi produk, membuat konten media sosial, merancang materi promosi, membaca tren pasar, hingga menghasilkan ide inovasi produk dalam waktu lebih singkat. Efisiensi tersebut memungkinkan pelaku UMKM lebih fokus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

        "Kalau konsumen sudah berubah, maka pelaku usaha juga harus berubah. AI dan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menggantikan kreativitas pelaku usaha," katanya.

        Noneng juga menekankan pentingnya penguasaan digital branding. Ia mengatakan produk lokal kini memiliki peluang dikenal pasar global berkat teknologi digital, tetapi pelaku UMKM harus meningkatkan kemampuan membangun merek dan strategi pemasaran agar mampu bersaing dengan produk dari berbagai negara.

        "Kita sudah masuk era digitalisasi dan tidak bisa kembali ke cara lama. Produk yang dulu hanya dikenal di lingkungan sekitar sekarang bisa dikenal seluruh dunia. Tantangannya adalah bagaimana pelaku UMKM meningkatkan kemampuan branding dan marketing. Kalau tidak menguasai digital, kita akan tertinggal karena sekarang kita bersaing bukan hanya dengan provinsi lain, tetapi juga dengan negara lain," ujarnya.

        Menurut Noneng, produk UMKM Jawa Barat memiliki keunggulan budaya dan nilai lokal yang sulit ditiru negara lain. Namun, keunggulan tersebut tidak akan memberikan nilai tambah apabila pelaku usaha gagal memperkenalkannya kepada pasar melalui strategi pemasaran digital yang tepat.

        Untuk mempercepat peningkatan kapasitas pelaku usaha, Dekranasda Jawa Barat secara rutin menyelenggarakan program edukasi "Rabung Ilmu" setiap Rabu dan Kamis. Program tersebut menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi, asosiasi, hingga pelaku usaha berpengalaman untuk membekali UMKM dengan pengetahuan terbaru mengenai pemasaran, digitalisasi, dan pengembangan usaha.

        "Kami menyiapkan tempat, fasilitas, dan menghadirkan narasumber yang benar-benar dibutuhkan pelaku UMKM agar mereka terus meningkatkan kapasitas usahanya," kata Noneng.

        Pelatihan yang dipimpin Ketua Kelompok Keahlian Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi SBM ITB, Prof. Wawan Dhewanto ini digelar SBM ITB dan Dekranasda Jabar merupakan pertemuan ketiga dalam rangkaian "Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Peningkatan Kapasitas Digital Marketing UMKM". Kali ini peserta memperoleh materi mengenai strategi affiliate marketing, model pemasaran digital yang memungkinkan berbagai pihak mempromosikan produk dan memperoleh komisi sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dengan biaya lebih efisien.

        SBM ITB menghadirkan CEO Cerebrum sekaligus inisiator Masjid Affiliate Bandung, Aditya Pratama Ghifary, sebagai pembicara utama. Selain memberikan materi, Aditya bersama tim Masjid Affiliate juga mendampingi peserta mempraktikkan strategi pemasaran afiliasi secara langsung agar dapat segera diterapkan dalam bisnis mereka.

        Aditya mengatakan affiliate marketing menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang terbukti mampu meningkatkan jangkauan pasar UMKM. Ia berharap Pasar Affiliate yang dikembangkannya dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan para afiliasi sehingga penjualan produk lokal terus meningkat.

        Sementara itu, dosen SBM ITB Dr. Lik Gayantini Ari, M.B.A., menilai peningkatan kapasitas UMKM membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

        "Penguatan kapasitas UMKM membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, kami sangat mengapresiasi sinergi bersama Dekranasda Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin secara erat, konsisten, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kapasitas serta daya saing UMKM di Jawa Barat," ujarnya

        Melalui kolaborasi tersebut, Dekranasda Jawa Barat dan SBM ITB menargetkan pelaku UMKM mampu mengimplementasikan teknologi AI dan strategi affiliate marketing untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: