Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bule Makin Banyak Datang ke Indonesia, tapi Makin 'Pelit' Belanja

        Bule Makin Banyak Datang ke Indonesia, tapi Makin 'Pelit' Belanja Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia turun menjadi sekitar 1.285 dolar AS per kunjungan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026. Kondisi tersebut menjadi sorotan Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan yang meminta pemerintah segera memperkuat strategi pariwisata berkualitas (quality tourism).

        Putra menilai penurunan nilai belanja wisatawan harus menjadi perhatian serius karena tingginya jumlah kunjungan belum otomatis memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di destinasi wisata.

        Meski BPS mencatat jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta atau naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya, secara tahunan angka tersebut masih turun 2,15 persen.

        "Kita tentu mengapresiasi capaian kunjungan wisman selama semester I 2026. Angka 1,39 juta kunjungan di bulan Juni yang naik tipis dari bulan sebelumnya membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi yang diminati," kata Putra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

        Namun, menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan itu, penurunan rata-rata belanja wisatawan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan belum diikuti peningkatan nilai ekonomi riil.

        "Data ini harus menjadi lampu kuning bagi kita. Peningkatan jumlah wisatawan belakangan ini ternyata belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan nilai ekonomi riil di lapangan. Kalau turisnya banyak tapi belanjanya sedikit, dampak ekonomi bagi masyarakat dan UMKM di sekitar destinasi tidak akan maksimal," ujarnya.

        Putra mendorong pemerintah membenahi kualitas destinasi wisata melalui peningkatan infrastruktur pendukung, amenitas, serta standar kebersihan kawasan wisata. Selain itu, promosi pariwisata dinilai perlu lebih terarah dengan menyasar negara-negara yang memiliki wisatawan berdaya beli tinggi.

        Baca Juga: Pasien BPJS Kesehatan Dirundung Nakes, Ini Janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

        Ia juga mengusulkan pengembangan agenda internasional serta paket wisata tematik, seperti ekowisata, wellness tourism, dan wisata budaya, agar wisatawan terdorong tinggal lebih lama dan meningkatkan nilai belanja selama berada di Indonesia.

        "Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi destinasi massal yang murah. Pariwisata kita harus naik kelas. Strateginya harus segera diperkuat agar lama tinggal dan nilai belanja wisman terus meningkat, sejalan dengan terjaganya kelestarian destinasi wisata kita," kata Putra.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: