Kredit Foto: Sekertariat Negara
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menyoroti isu perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut akan dilakukan sebelum 17 Agustus 2026.
Menurut Feri, wacana reshuffle justru menunjukkan bahwa para menteri yang dipilih belum siap bekerja atau kinerjanya dianggap kurang memuaskan.
"Sebenarnya kabinet harusnya sudah berjalan dengan baik tanpa ada perubahan. Artinya kalau ada perubahan, ya mereka tidak siap di kabinet atau kinerjanya tidak memuaskan," ujarnya usai acara Rakyat ‘Nguliahi’ Kabinet Bayangan di Kalibata, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (6/8).
Pakar hukum tata negara itu menilai, pemerintah seharusnya belajar dari Kabinet Bayangan dalam hal efisiensi. Ia menekankan bahwa penunjukan menteri bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan, melainkan untuk merumuskan kebijakan demi kesejahteraan rakyat.
"Tiru dong kami, kalau (Kabinet Bayangan) mampu 15 (menteri), masa negara tidak bisa lebih efektif dan efisien dalam membentuk kabinet," tegasnya.
Baca Juga: Kabinet Bayangan Buka Peluang Pembentukan Kepala Daerah Bayangan
Feri juga mengingatkan agar anggaran negara tidak terkuras hanya untuk menggaji menteri dalam jumlah besar. Menurutnya, kabinet yang terlalu gemuk bisa menimbulkan keraguan soal akuntabilitas.
"Karena itu kita berpikir, sederhanakan orangnya, yang tepat untuk menyelenggarakan pemerintahan, dan jangan rugikan uang negara yang banyak untuk gaji menteri. Gunakan uang sebanyak-banyaknya untuk kesejahteraan publik dan pastikan publik betul-betul memenuhi standar hak yang mereka seharusnya diberikan oleh negara," punglasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: