Kredit Foto: Istimewa
Simpang siur mengenai rekam jejak akademik Presiden Joko Widodo tidak hanya berkutat pada fisik ijazah, tetapi juga menyentuh penyebutan tugas akhir yang dikerjakannya. Perdebatan publik muncul karena karya akhir Jokowi dalam berbagai narasi kadang disebut sebagai "skripsi", namun di kesempatan lain disebut sebagai "tesis".
Dalam sistem pendidikan tinggi saat ini, istilah skripsi digunakan untuk tugas akhir program sarjana (S1), sedangkan tesis diperuntukkan bagi jenjang magister (S2). Namun, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa penggunaan istilah tersebut pada masa lalu tidak sepenuhnya sama dengan standar yang berlaku saat ini.
Penjelasan itu disampaikan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, dalam klarifikasi yang ditayangkan melalui akun YouTube UGM pada 22 Agustus 2025. Ia mengakui bahwa panduan akademik pada masa Joko Widodo menempuh pendidikan masih menggunakan istilah yang berbeda.
"Begini, pada saat itu kalau kita me-refer pada dokumen yang kita miliki yaitu panduan semacam panduan akademik gitu ya, panduan akademik S1 itu saya lihat di daftar mata kuliah itu di bagian akhir itu malah menyebutkan sebagai problema kehutanan garis miring tesis," ujar Sigit.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa panduan akademik S1 Fakultas Kehutanan saat itu masih mencantumkan istilah "tesis", meski program yang dimaksud merupakan jenjang sarjana. Pengakuan ini sekaligus menjelaskan mengapa muncul perbedaan penyebutan terhadap tugas akhir mahasiswa pada periode tersebut.
Menurut Sigit, istilah tersebut kemudian mengalami penyesuaian seiring perubahan aturan akademik yang menyeragamkan penggunaan kata "skripsi" untuk program sarjana.
Baca Juga: Terus-Terusan Digugat Roy Suryo, Ini Alasan UGM Tak Bisa Perlihatkan Ijazah Jokowi
"Ada perkembangan aturan dan lain sebagainya bahwa karya untuk sarjana itu namanya skripsi maka ikut merubah menjadi skripsinya. Tetapi barangkali ada beberapa orang yang masih menganggap bahwa tesis itu merupakan sebelumnya hal yang sama tapi dia memilih tesis begitu," katanya.
Meski mengakui adanya penggunaan istilah "tesis" dalam panduan akademik lama, Sigit menegaskan bahwa dokumen tugas akhir milik Joko Widodo sendiri menggunakan sebutan "skripsi".
Penjelasan tersebut menjadi salah satu klarifikasi UGM terhadap polemik yang berkembang mengenai rekam jejak akademik Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, pengakuan mengenai perubahan dan penggunaan istilah tugas akhir pada masa lalu turut menjelaskan asal-usul perbedaan penyebutan yang selama ini memicu perdebatan di ruang publik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: