Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump: Saya Lebih Pilih Kesepakatan dengan Iran daripada Perang

        Trump: Saya Lebih Pilih Kesepakatan dengan Iran daripada Perang Kredit Foto: White House
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan dirinya lebih memilih menyelesaikan konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi dibandingkan melancarkan serangan militer. Meski demikian, ia memastikan opsi penggunaan kekuatan tetap terbuka apabila pembicaraan tidak membuahkan hasil.

        Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri sebuah acara di Las Vegas pada Rabu (5/8/2026). Ia menegaskan perang bukan pilihan utama pemerintahannya.

        "Saya lebih memilih membuat kesepakatan [dengan Iran], karena saya tidak ingin membunuh orang," ujar Trump.

        Trump mengungkapkan pemerintahannya sempat menyiapkan operasi militer besar terhadap Iran. Bahkan, ia menyebut serangan tersebut akan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II.

        Namun, rencana itu akhirnya ditunda setelah, menurut Trump, pejabat Iran meminta agar kedua negara membuka jalur perundingan. Ia mengklaim permintaan tersebut menjadi alasan utama serangan tidak dilaksanakan.

        "Mereka menghubungi saya dan berkata, 'Tolong jangan lakukan hal itu. Mari kita berbicara,'" kata Trump.

        Trump mengaku kini Iran membantah pernah menyampaikan permintaan tersebut. Meski begitu, ia menegaskan proses negosiasi masih berlangsung.

        "Sekarang mereka membantah pernah mengucapkan hal tersebut. Padahal, pihak fake news tahu bahwa mereka benar-benar mengatakannya. Namun saat ini kita sedang berbicara. Mari kita lihat perkembangannya, yang jelas mereka menghormati kami," ucapnya.

        Selain menyinggung proses diplomasi, Trump kembali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Menurutnya, isu tersebut tetap menjadi garis merah bagi Amerika Serikat.

        Trump juga mengaitkan penyelesaian konflik dengan kondisi pasar energi global. Ia meyakini harga minyak dan bahan bakar akan turun apabila hubungan dengan Iran kembali stabil.

        "Kita sudah berupaya menurunkan harga. Segera setelah situasi ini berakhir, harga minyak akan jatuh ke titik terendah, dan harga bensin pun akan ikut turun," katanya.

        Baca Juga: Laporan Panas! Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS karena Amunisi Habis untuk Lawan Iran

        Sebelumnya, pada 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) serta memulai perundingan menuju kesepakatan akhir. Namun, proses tersebut terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

        Ketegangan kembali meningkat pada akhir Juli setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan serta fasilitas militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: