Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpeluang Rebound, Cermati Peluang di BMRI, BUMI, hingga BRPT

        IHSG Berpeluang Rebound, Cermati Peluang di BMRI, BUMI, hingga BRPT Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang kembali menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026), meski pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,12%. Koreksi tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp217 miliar.

        Berdasarkan riset BNI Sekuritas, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan kemarin adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

        Meski dibayangi aksi jual asing, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka.

        "Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak pada area support 6.300-6.320, dengan level resistance berada di kisaran 6.380-6.420," kata dia dalam riset hariannya.

        Untuk memanfaatkan potensi rebound tersebut, dia merekomendasikan enam saham yang menarik dicermati dengan strategi speculative buy, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

        Pada saham BMRI, investor dapat mempertimbangkan area beli di kisaran Rp4.180-Rp4.200 dengan batas cut loss di bawah Rp4.170 per saham. Target penguatan jangka pendek berada pada level Rp4.220 hingga Rp4.260 per saham.

        Sementara itu, saham BUMI direkomendasikan dibeli pada rentang Rp176-Rp179 per saham dengan cut loss di bawah Rp172 per saham. Target harga terdekat diproyeksikan berada di kisaran Rp182-Rp188 per saham.

        Untuk saham AMMN, area akumulasi berada di level Rp4.300-Rp4.320 per saham dengan batas cut loss di bawah Rp4.280 per saham. Target kenaikan diperkirakan mencapai Rp4.390-Rp4.460 per saham.

        Baca Juga: OJK Tunjuk Alex Widi sebagai Calon Komisaris BEI, Tinggal Tunggu Persetujuan RUPSLB

        Baca Juga: Ini Daftar Terbaru 54 Emiten yang Berstatus Saham HSC BEI, Apa Saja?

        Baca Juga: Usai Disuspensi 7 Hari, BEI Buka Kembali Perdagangan Saham COAL

        Adapun saham BIPI dinilai menarik dikoleksi pada kisaran Rp153-Rp154 per saham dengan target harga Rp156-Rp163 per saham dan batas cut loss di bawah Rp150 per saham.

        BNI Sekuritas juga merekomendasikan saham VKTR dengan area beli Rp845-Rp860 per saham, target harga Rp880-Rp905 per saham, serta cut loss di bawah Rp830 per saham.

        "Saham BRPT disarankan dikoleksi pada level Rp1.855-Rp1.875 per saham dengan target penguatan ke kisaran Rp1.890-Rp1.910 per saham dan batas cut loss di bawah Rp1.850 per saham," tutup dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: