Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sindir Prabowo, Pengamat: Apa yang Dia Ucapkan Tidak Dilakukan

        Sindir Prabowo, Pengamat: Apa yang Dia Ucapkan Tidak Dilakukan Kredit Foto: Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kritik keras kembali diarahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik Muhammad Syukur Mandar menilai terdapat jurang antara komitmen pemberantasan korupsi yang kerap disampaikan Presiden dengan kondisi yang menurutnya terjadi di lapangan.

        Syukur bahkan melontarkan tudingan bahwa berbagai persoalan yang muncul belakangan mencerminkan adanya pembiaran terhadap praktik korupsi.

        "Sudah dua tahun. Pidato-pidato Presiden Prabowo tidak menggambarkan kepada kita apa yang dia lakukan. Apa yang dia ucapkan itu tidak dia lakukan. Apa yang dia lakukan tidak dia ucapkan," katanya.

        Menurut Syukur, ukuran keseriusan seorang presiden dalam melakukan perubahan seharusnya tercermin dari pembenahan sistem hukum, sistem politik, hingga sistem pemberantasan korupsi.

        Baca Juga: Isu Pemakzulan Gak Ngaruh! Survei Ungkap 78,7% Rakyat Puas terhadap Kinerja Prabowo-Gibran

        "Sesungguhnya satu hal yang kita harus lihat di Presiden Prabowo hari ini adalah ketika dia ingin mengubah bangsa ini, maka dia mulai dari mana? Sistem hukum kita, sistem politik kita, sistem pemberantasan korupsi kita," katanya.

        Ia juga mengaitkan kritiknya dengan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dugaan penyalahgunaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

        "Kalau Presiden membiarkan orang yang mencuri uang itu, Presiden tahu orang itu mencuri, kenapa dia membiarkan proyek MBG itu berjalan? Presiden tahu bahwa ada korupsi di situ. Motifnya, Presiden tahu yang mencuri siapa. Presiden tahu siapa yang menyalahgunakan Koperasi Desa," ujarnya.

        Ia kemudian menyampaikan analogi untuk menggambarkan pandangannya mengenai pembiaran terhadap tindak pidana.

        "Kalau orang tidak punya motif untuk membenarkan kamu mencuri sesuatu, dia akan memotong tanganmu. Tapi kalau orang punya motif untuk membiarkan kamu mencuri sesuatu, dia bikin undang-undang melindungi kamu. Sederhana begitu," katanya.

        Baca Juga: Dede Budhyarto: Emang Anies Baswedan Kompeten? Cuma Modal Jago Bacot

        Di akhir pernyataannya, Syukur kembali menegaskan kritiknya terhadap pemerintahan saat ini. Menurutnya, sejumlah persoalan yang ia sebut berkaitan dengan institusi penegak hukum, program MBG, hingga Koperasi Desa Merah Putih menjadi dasar penilaiannya.

        "Dalam kasus kejaksaan dan polisi, terkonfirmasi. Dalam kasus MBG, dalam kasus KDMP, terkonfirmasi. Presiden pelihara korupsi," tegas dia.

        Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun pihak Istana terkait tudingan mengenai dugaan pembiaran praktik k Qorupsi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: