Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Bongkar Standar Nilai Presiden Prabowo

        Bahlil Bongkar Standar Nilai Presiden Prabowo Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap standar penilaian Presiden Prabowo Subianto terhadap para menterinya. Menurut Bahlil, Prabowo bukan sosok yang mudah memberikan nilai tinggi kepada jajaran kabinetnya.

        Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat merespons penilaian Prabowo terhadap kinerjanya sebagai Menteri ESDM. Sebelumnya, Prabowo menyebut kinerja Bahlil hingga saat ini layak mendapatkan rapor memuaskan.

        Bahlil kemudian menjelaskan bahwa nilai tinggi dari Prabowo bukan sesuatu yang mudah diperoleh. Ia bahkan menyampaikan perumpamaan mengenai tingkatan nilai dalam gaya bercanda.

        "Orang-orang yang bekerja sama saya lama tahu bahwa saya ini termasuk susah kasih nilai. Karena 100 milik yang maha kuasa 99 dimiliki oleh MPR RI. 98 dimiliki oleh Presiden Indonesia, 97 dimiliki oleh DPR. Jadi kalau dapat nilai 91, 92 sudah tinggi itu," tutur Bahlil saat acara peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026).

        Pernyataan tersebut menjadi konteks dari rapor memuaskan yang diberikan Prabowo kepada Bahlil. Presiden sebelumnya meminta Bahlil terus melanjutkan pengabdiannya dan memanfaatkan pengalaman yang telah diperoleh selama menjadi menteri.

        "Pak Bahlil teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.

        Bahlil sendiri memilih tidak memberikan penilaian balik terhadap rapor yang diberikan Presiden. Ia menegaskan kewenangan untuk menilai kinerja para menteri sepenuhnya berada di tangan Prabowo.

        "Ya, terkait dengan skor, itu kan yang mempunyai kewenangan progresif untuk menilai semua anggota kabinetnya adalah Bapak Presiden. Jadi saya nggak boleh mengomentari apapun dari apa yang diberikan," ujar Bahlil.

        Alih-alih memperdebatkan penilaian tersebut, Bahlil mengatakan dirinya menerima apa pun evaluasi yang diberikan Presiden. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai keraguan maupun anggapan remeh terhadap dirinya.

        Menurut Bahlil, cara terbaik untuk menjawab penilaian tersebut bukan melalui pernyataan, melainkan lewat hasil kerja. Ia menilai prestasi dan kerja keras menjadi cara untuk membuktikan kemampuannya dalam menjalankan tugas.

        Baca Juga: Prabowo Kasih Nilai Rapor Menterinya, Bahlil Memuaskan!

        "Saya memang dari dulu hidupnya sudah seperti itu. Ya, di-underestimate orang, saya harus terima. Tapi kita harus menjawab itu dengan prestasi, kita harus menjawab itu dengan kerja keras, kita harus menjawab itu dengan kerja tanpa menyerah untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," jelasnya.

        Dengan demikian, rapor memuaskan dari Prabowo menjadi bentuk evaluasi positif terhadap kinerja Bahlil sejauh ini. Namun, Bahlil menegaskan penilaian tersebut tetap menjadi kewenangan Presiden dan harus dijawab dengan kinerja.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: