Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Informasi Stok Amunisi AS Bocor, Trump Investigasi Cari 'Pengkhianat'

        Informasi Stok Amunisi AS Bocor, Trump Investigasi Cari 'Pengkhianat' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bocornya informasi mengenai stok amunisi Pentagon membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penyelidikan baru. Perintah tersebut menyusul laporan media yang mengungkap penggunaan persediaan sistem pertahanan rudal AS dalam operasi militer terhadap Iran.

        Surat kabar The Wall Street Journal pada Kamis (6/8/2026) melaporkan, dengan mengutip sejumlah sumber, bahwa Trump memerintahkan penyelidikan terkait pengungkapan informasi mengenai persediaan amunisi Pentagon.

        Perintah itu dipicu laporan CNN yang menyebut Amerika Serikat telah menggunakan sekitar 80 persen persediaan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sekitar setengah dari rudal anti-pesawat Patriot, terutama untuk operasi militer terhadap Iran.

        CNN kemudian melaporkan bahwa Trump murka setelah informasi mengenai persediaan amunisi tersebut bocor kepada media.

        Sebelumnya, NBC melaporkan Departemen Pertahanan AS akan menggelar rapat darurat untuk membahas kekurangan persenjataan. Rapat itu disebut digelar setelah Trump melakukan percakapan telepon bernada marah dengan Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg.

        Mengutip sejumlah sumber, NBC menyebut rapat tersebut akan berlangsung pada Jumat malam waktu setempat. Sejumlah pejabat tinggi militer serta pejabat yang membidangi pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) akan menghadiri pertemuan tersebut.

        Kekhawatiran mengenai persediaan persenjataan AS sebelumnya juga tercermin dari permintaan tambahan anggaran. Pada 24 Juni, Gedung Putih meminta Kongres AS menyediakan dana tambahan sebesar 87,6 miliar dolar AS, termasuk 67,15 miliar dolar AS untuk Pentagon.

        Baca Juga: Prabowo Sebut Bahlil adalah Mitra, Qodari Sebut 'Indonesian Dream'

        Sebagian besar paket pendanaan tersebut ditujukan untuk menutupi biaya yang berkaitan dengan agresi militer AS terhadap Iran.

        Sementara itu, Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada akhir Juli memperkirakan Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan 200 rudal pencegat untuk sistem THAAD.

        Penggunaan amunisi dalam jumlah tersebut membuat Amerika Serikat menghadapi kekurangan rudal yang signifikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: