Pesan Moral Mahfud MD di UGM: 'Jangan Serakah, Orang Lain Juga Punya Hak dan Kesempatan yang Sama'
Kredit Foto: Ist
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) untuk terus berinovasi dan meningkatkan nilai ekonomi dari berbagai produk maupun teknologi.
Mahfud menilai inovasi dan kreativitas menjadi hal penting agar Indonesia dapat terus berkembang di tengah tantangan yang terus berubah. Menurutnya, berhenti berinovasi justru dapat membuat seseorang maupun bangsa mengalami kemunduran.
“Inovasi itu sangat penting. Kalau Anda tidak bisa berinovasi, tidak bisa berkreasi, itu artinya kita mandek, tidak ada kemajuan. Justru yang terjadi adalah kemunduran,” ujar Mahfud saat mengisi talkshow dalam rangkaian Pionir Kesatria hari kedua di halaman Smart Green Learning Center (SGLC) FT UGM.
Mahfud menekankan inovasi harus berjalan seiring dengan hukum dan tata tertib. Menurut dia, hukum diperlukan untuk menciptakan ketertiban di tengah masyarakat yang memiliki kepentingan berbeda-beda.
“Hukum itu ada untuk mengatur agar masyarakat tertib, sebab setiap orang memiliki kepentingannya sendiri-sendiri baik secara ekonomi maupun biologis. Sama halnya seperti inovasi, itu harus menuruti aturan-aturan hukum,” katanya.
Mahfud mengutip pemikiran Sun Tzu mengenai tiga hal yang menopang keberlangsungan sebuah bangsa, yakni pangan, tempat tinggal, dan hukum.
Menurut Mahfud, hukum harus menjadi salah satu fondasi utama karena memberikan jaminan terhadap hak masyarakat, termasuk hak untuk mencari nafkah dan melindungi kepemilikan.
Dia menilai tanpa hukum, hak dan kepemilikan seseorang dapat dengan mudah dirampas.
“Begitu pula dengan kreativitas. Kita tidak mungkin bisa berkreasi dan berinovasi tanpa ada hukum. Kita bisa berinovasi karena ada hukum yang mengatur dan menjaga kebebasan itu,” tuturnya.
Mahfud mengakui Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan dalam penegakan hukum. Dia menilai Indonesia sebagai bangsa besar dapat berkembang jauh lebih baik apabila memiliki sistem penegakan hukum yang adil dan kuat.
“Kita bangsa besar, tapi andaikan itu diiringi dengan penegakan hukum yang baik, kita akan jauh lebih baik dari sekarang,” katanya.
Mahfud juga menyoroti masih adanya penyalahgunaan penegakan hukum, termasuk melalui rekayasa perkara dan praktik suap.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat menyebabkan orang yang tidak bersalah justru dinyatakan bersalah. Di sisi lain, hak masyarakat juga berpotensi terabaikan.
“Ada banyak sekarang orang yang tidak bersalah justru dijatuhi bersalah. Ada orang desa yang sudah tinggal turun-temurun di sebuah tempat justru disita karena tidak punya sertifikat,” paparnya.
Karena itu, Mahfud mengingatkan mahasiswa baru FT UGM agar terus mengembangkan kreativitas dan inovasi tanpa mengabaikan hukum serta nilai moral. Dia menekankan setiap tindakan harus berlandaskan hati nurani dan kemauan untuk berbagi.
"Seperti yang saya katakan di awal, setiap tindakan kita harus berlandaskan hati nurani dan bisikan moral. Kita harus berbagi, jangan serakah. Orang lain juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati kekayaan yang ada hari ini. Dan kemauan untuk berbagi ini tak luput dari yang namanya moral,” ujar Mahfud.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: