Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan kembali menjadi sorotan. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD turut menyinggung perjalanan singkat Purbaya sebagai Menteri Keuangan, termasuk ekspektasi besar yang muncul ketika ia pertama kali menjabat.
Mahfud sebelumnya menilai Purbaya memiliki kerentanan yang dapat membuat ekspektasi terhadapnya cepat berubah. Dalam diskusi siniar Terus Terang yang disiarkan pada 14 September 2026, pembawa acara Rizal Mustary kembali menyinggung penilaian tersebut.
Rizal menyebut banyak pihak sempat memiliki harapan besar karena Purbaya terlihat percaya diri dan meyakinkan. Namun, ia kemudian mengingat kembali istilah yang sebelumnya digunakan Mahfud untuk menggambarkan Purbaya, yakni “kerupuk”.
“Kita tidak menduga secepat itu karena banyak yang kecelek karena awalnya menduga bahwa orang ini hebat, kelihatan percaya diri sekali. Kita punya harapan besar termasuk Pak Mahfud gitu... meskipun Pak Mahfud mengatakan dua minggu lalu ternyata akhirnya dia kerupuk,” ungkap Rizal.
Mahfud tidak membantah bahwa Purbaya sempat membangun citra yang meyakinkan dan memberikan harapan terhadap perbaikan ekonomi. Namun, menurut dia, persoalan mulai terlihat ketika Purbaya menyampaikan berbagai pernyataan dengan tingkat keyakinan yang tinggi.
Mahfud menilai Purbaya terlalu mudah menganggap berbagai persoalan ekonomi sebagai sesuatu yang sederhana. Sikap tersebut dinilai turut membentuk persepsi publik terhadap kinerjanya.
“Begitu dia diganti (menjabat) dia lalu sesumbar itu semua gampang gitu, meskipun itu memberikan harapan orang... 'Saya ini beda banget sama Sri Mulyani, ini orang itu gampang itu apa nanti untuk pertumbuhan ekonomi nanti gampang.' Kemudian semuanya dianggap gampang, nah orang yang bertanya kepada dia malah dilecehkan,” papar Mahfud.
Menurut Mahfud, persoalan Purbaya tidak hanya terletak pada cara berkomunikasi. Ia juga menyoroti substansi kinerja selama menjabat sebagai Menteri Keuangan.
“Kelemahan Purbaya yang paling mendasar tuh dua sebenarnya. Satu, komunikasi publiknya buruk. Kemudian substansi urusannya juga tidak beres gitu... Janji-janjinya itu juga gak jalan dan berubah,” tegas Mahfud.
Ia juga mengkritik sikap Purbaya dalam menghadapi pihak yang memberikan kritik. Menurut Mahfud, respons terhadap perbedaan pandangan semestinya tidak bergeser dari persoalan substansi pengelolaan keuangan negara.
Baca Juga: Dicopot dari Menkeu, Mahfud MD Ungkap Kelemahan Purbaya
Setelah Purbaya diberhentikan dan digantikan Suahasil Nazara, Mahfud berharap Menteri Keuangan yang baru lebih mengutamakan kerja dibandingkan pernyataan di ruang publik.
Mahfud berharap Suahasil dapat menjalankan tugasnya dengan pendekatan yang lebih tenang dan berorientasi pada pekerjaan.
“Mudah-mudahan Pak Suahasil ini orangnya gak banyak bicara sebenarnya, lebih lihat lebih bekerja dan bagus,” kata Mahfud.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: